Sunday, June 19, 2016

Menjadi Penimbun Buku Tanpa Takut Hidup Susah - Tips

Satu kegiatan favorit pembaca buku selain membaca buku sampai ke halaman terakhir adalah: Belanja buku!!

Hayo ngaku, siapa yang nggak suka ngiler setiap kali mampir ke toko buku dan melihat berderet buku baru dengan sampul cantiknya?

Sebagai blogger buku, saya tentu juga menyukai hal ini. Kalau pergi ke mal, yang saya samperi pertama pasti toko buku; berkeliling melihat buku-buku yang baru terbit, mengambil buku-buku yang sekiranya menarik hati, mengelus-elus, membaca sinopsis di belakangnya, lalu... plung! Tanpa sadar, saya sudah membayar bukunya di kasir dan buku tersebut sudah saya tenteng dengan cantiknya di dalam kantong belanja. Rasa belanja buku baru itu nikmaaat sekali!

Dulu, ketika masih sekolah dan kuliah, saya tidak belanja buku sesering sekarang, ketika sudah bekerja. Maklum, budget kan masih tergantung uang saku dari orangtua, yang jumlahnya nggak seberapa dan harus dihemat sampai akhir bulan. Kalau minta dibeliin, bisa-bisa saya malah diomeli. Jadi, saya lebih memilih meminjam buku ke teman atau ke penyewaan buku—yang kebetulan cukup banyak di dekat kampus. Tapi sekarang, setelah bekerja dan punya penghasilan sendiri, rasanya saya lebih bebaass... melakukan hobi belanja buku saya ini. Apalagi ketika buku-buku bacaan yang jadi minat saya lebih banyak adalah buku import berbahasa Inggris yang harus saya beli dari luar negeri dan menggunakan dollar. Tidak ada yang marah kalau saya kalap. Uangnya uang saya sendiri kok!
Namun, saya harus berhati-hati juga. Supaya nggak kalap, apalagi menghadapi diskon buku yang semakin menjamur, yang membuat kita serasa ingin membeli semuanya aja. Harga sih murah, tapi kalau beli banyak yaa uang yang keluar jadi banyak juga kan? Jangan sampai gaji habis cuma buat belanja buku. Apalagi sampai saya nggak bisa punya simpanan dana. Maklum yaa... saya kan seringnya beli buku import, dan di saat nilai tukar dollar sedang naik seperti sekarang, pengeluaran untuk beli buku pun lebih besar.


Thursday, June 16, 2016

Pilih-pilih Laptop Baru di Hari Raya - Wishlist

Bulan Ramadhan tahun ini adalah bulan yang menggembirakan buat saya. Padahal saya nggak merayakan Idul Fitri. Pasalnya, mulai tahun ini, kantor saya menyeragamkan jadwal pemberian THR (wohoo!!). Kalau di tahun-tahun sebelumnya saya baru dapat THR di bulan Desember karena saya merayakan hari Natal, di tahun ini, saya dan karyawan non-muslim lainnya mendapatkan THR bersamaan dengan teman-teman muslim menjelang hari Idul Fitri.

Bersamaan dengan pemberian THR, biasanya hari Lebaran ditandai dengan maraknya sale di tempat-tempat belanja, atau istilah populernya "Promo Hari Raya". Mulai dari pakaian, sepatu, gadget, perangkat rumah tangga semua biasanya diberi label DISKON yang cukup besar. Mal-mal dipenuhi banner SALE. Hal ini tentu hal ini nggak boleh saya lewatkan dong. 

Tahun ini, kebetulan saya sudah berencana membeli satu barang yang sudah lama memang menempati wishlist saya: LAPTOP!!


Wednesday, June 15, 2016

Top 5 Ilustrator Favorit di Instagram

Bicara soal buku nggak akan lepas sama yang namanya sampul alias cover. Pepatah "Don't Judge the Book by Its Cover" zaman sekarang sih menurut saya sudah tidak tepat lagi, karena kita justru menilai buku dari cover-nya kan... Terlepas dari bagus atau nggak ceritanya, punya buku dengan cover cantik minimal bisa mempercantik rak buku kita atau menghasilkan foto-foto yang cantik di Instagram (halah!)

Ngomong-ngomong soal Instagram, beberapa bulan terakhir, saya memang lagi senang main aplikasi yang satu ini. Iyaaa saya tahu saya telat. Awalnya, saya ngerasa nggak butuh punya aplikasi ini, sampai suatu hari saya ikutan lomba yang mensyaratkan follow akun instagram si penyelenggara. Ya sudahlah saya bikin akun juga. Eeeh.... siapa sangka, makin saya browsing-browsing, makin banyak saya menemukan akun-akun menarik, terutama dari ilustrator-ilustrator dalam negeri. Banyak banget seniman yang menjadikan akun instagram sebagai portfolio mereka, bahkan ada juga yang mengepos video proses pengerjaan karya mereka. Duuuh... Saya senang banget ngeliatnya. Jadi berharap deh, kalau suatu saat saya membuat buku, saya ingin cover dan ilustrasinya mereka yang buat.

Berikut 5 akun instagram ilustrator dalam negeri favorit saya:

1. EMTE

Yang ini sih sudah tidak perlu diragukan lagi kemampuan menggambarnya!!! Sudah tak terhitung deh buku-buku yang cover-nya dia buat. Sebut aja buku Melihat Api Bekerja-nya M. Aan Mansyur dan Tanah Tabu-nya Anindita S. Thayf. Sebenarnya, saya sudah suka karya-karya Emte sejak dia menjadi ilustrator-nya Seventeen Indonesia dan cover novel-novel teenlit dan chicklit-nya Gramedia Pustaka Utama. Wanita-wanita yang ia gambar selalu stylish dan terlihat memiliki hidup yang seru. Makin ke sini, karyanya semakin cantik!

Contoh karyanya di Instagram. Banyak videonya juga lho!!

A photo posted by Muhammad Taufiq (emte) (@emteemte) on


Tuesday, June 14, 2016

Yang Baru di Glasses and Tea



Halo pembaca Glasses and Tea!

Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudah sering mampir dan menikmati blog ini. Semoga isinya selalu berguna buat teman-teman, ya, terutama untuk penyuka baca seperti saya. Mohon maaf kalau saya akhir-akhir ini kurang rajin meng-update blog, dikarenakan kesibukan di dunia kerja dan juga sedikit pergeseran minat dan hobi pada diri saya.

Sunday, June 12, 2016

Thanks for the Memories


Pengarang: Cecelia Ahern
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2012
Halaman: 496


Mungkinkah transfusi darah membuatmu mendapatkan kenangan orang lain?

Sejak mengalami keguguran dan pendarahan hebat sehingga harus menerima transfusi darah, Joyce sering mengalami kejadian aneh. Ia seperti memiliki kenangan orang lain: anak perempuan berambut pirang, pria berkaki hijau, dan juga pengetahuan mengenai arsitektur Eropa kuno. Ia bahkan menguasai bahasa Latin!! Lalu, ada pula seorang pria yang tampak familier bagi Joyce, seorang pria Amerika yang tinggal di London, yang selalu membuatnya penasaran. Apakah dia pemilik ingatan yang akhir-akhir ini selalu menghantui Joyce?

Justin Hitchcock mengalami donor darah pertamanya karena rayuan seorang wanita yang ia sedang coba dekati. Sudah cukup lama menduda, Justin berharap bisa segera mendapatkan pengganti Jennifer, mantan istrinya. Dengan sarkasmenya, Justin berharap suatu hari akan ada orang yang berterima kasih atas sumbangan darahnya. Berikutnya, keanehan mulai terjadi. Dia berulang kali bertemu wanita misterius berambut pendek yang tampak familier. Lalu paket-paket ucapan terima kasih rahasia mulai bermunculan. Siapa sebenarnya wanita itu?

Apakah takdir memang menghendaki agar Joyce dan Justin bersatu?

Monday, June 6, 2016

[Blog Tour] Truly Love - Apa Pun selain Hujan - Winner!!


Halo teman-teman!!

Siapa yang sudah menunggu pemenang buku Apa Pun selain Hujan??

Sebelumnya saya mau mengucapkan terima kasih atas partisipasi teman-teman dalam giveaway di blog ini dan tentunya rangkaian blog tour Truly Love. Sebagai host dari blog tour Apa Pun selain Hujan, saya sih jujur bilang kalau buku ini memang nggak boleh kamu lewatkan banget, sehingga, kalau kamu nggak menang di blog tour ini, sebaiknya kamu tetap beli dan baca ceritanya ya. Hehe :)

Dan sekarang... inilah pemenang yang sudah saya pilih.

Cute Girl alias @DhilaPFd alias Putri Fadhila

Jawabannya mencerminkan banget kecintaannya pada kegiatan pramuka, yang memang lebih dari sekadar ekskul di sekolah ya. Jawaban Putri Fadhila ini mengingatkan saya dengan papa saya yang juga cinta banget dengan kegiatan kepanduan dan sampai sekarang masih suka reuni dengan teman-teman pandunya di Semarang.


Selamat buat Putri Fadhila. Silakan mengirimkan data nama penerima paket, alamat (dan kode pos) serta nomor telepon yang bisa dihubungi untuk keperluan pengiriman paket hadiah ke martina.s.daruli@gmail.com subjek Pemenang Apa Pun selain Hujan.

Buat yang lain, sayang ya saya nggak bisa menangin semuanya. Tapi seperti saya bilang tadi, kamu harus tetap baca Apa Pun selain Hujan ya.

Sampai bertemu di postingan selanjutnya!!