Monday, January 25, 2016

Peek A Boo, Love


Pengarang: Sofi Meloni
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2015
Halaman: 247

Peek A Boo, Love bercerita mengenai Lulu, si anak baru yang pendiam dan tertutup, yang baru saja mulai bekerja di Jakarta. Hari-hari Lulu diwarnai dengan pekerjaan yang membuatnya sibuk tiada henti, rekan kerja yang suka cari perhatian dan selalu menindasnya, serta bos yang misterius. Hidup di kota besar yang dulu terlihat memesona dengan cepat menjelma menyesakkan. Sampai suatu hari, Lulu bertemu Evan.

Evan adalah rekan sekantor Lulu yang beda divisi tapi ternyata berangkat dari halte Transjakarta yang sama dengan Lulu. Evan yang terbuka dan ceria awalnya terasa mengganggu bagi Lulu, tapi dengan cepat menempati ruang di hati Lulu. Dengan cepat, Evan dan Lulu menjadi dekat. Sayang, Evan kemudian sepertinya lebih tertarik pada Cindy, rekan sekerja Lulu yang sangat cantik tapi juga agresif. Begitu tahu Evan dipromosi menjadi manajer, Cindy langsung mendekati Evan. Lulu yang patah hati mendapati kenyataan kalau selama ini Evan hanya menganggapnya sebagai teman yang baik, mencurahkan perasaannya pada teman chatting-nya, Sam.

Sam mungkin adalah satu-satunya orang yang paling mengerti Lulu. Dengan Sam, Lulu bebas bercerita apa saja. Tentang patah hatinya karena Evan, tentang perilaku menyebalkan Cindy, dan juga tentang bosnya yang misterius, Pak Daniel. Sam, yang berada jauh di Amerika, tapi selalu mampu memberikan semangat pada Lulu. Sampai suatu hari, Sam meminta bertemu. Sam ternyata juga orang Indonesia dan kini sudah berada di Jakarta, di dekat Lulu.

Antara lelaki yang benar-benar ada di dunia nyata yang membuatnya patah hati dan lelaki dunia maya yang paling mengerti dirinya dan tak pernah mengecewakannya, mana yang akan dipilih Lulu?


♥*♥*♥*♥*♥*♥

Peek a Boo, Love merupakan karya kedua Sofi Meloni yang diterbitkan setelah Stay with Me Tonight, yang terbit dari penerbit berbeda, yaitu Elex Media. Namun demikian, sebenarnya naskah Peek a Boo, Love ini selesai jauh lebih dulu daripada Stay with Me Tonight sehingga bisa dibilang sebenarnya inilah karya perdana Sofi. Tema ceritanya sungguh berbeda dari Stay with Me Tonight yang begitu dewasa, tapi bukan berarti tidak menarik untuk dibaca. Saya memberi tahu di awal hanya supaya orang-orang yang penasaran membaca Peek a Boo, Love karena suka dengan Stay with Me Tonight memiliki gambaran terlebih dulu saja sebelum memasang ekspektasi yang salah atas buku ini. Yang pasti, buku Peek a Boo, Love masuk lini Amore bukan karena kesalahan, tapi karena memang cocok sekali berada di lini itu. (Baca penjelasan tentang lini Amore di sini)

Peek a Boo, Love berkisah mengenai hidup Lulu, si gadis pendatang yang sederhana dengan impian yang sederhana di Jakarta. Lulu yang pendiam, tertutup, tapi pintar ini hanya menginginkan ketenangan dalam bekerja, bukan jabatan tinggi apalagi kedekatan dengan bosnya atau siapa pun di kantor. Namun tentunya, jalan hidup berbicara lain. Kedekatannya dengan Evan dan juga pujian dari bosnya, Pak Daniel, atas pekerjaannya, menyebabkan api cemburu dari rekan setimnya, Cindy, yang kemudian selalu berusaha menjatuhkan Lulu di setiap kesempatan. Lulu pun akhirnya terlibat dalam intrik dunia kerja.

Sofi menggambarkan dunia kerja ibu kota yang realistis melalui kacamata Lulu. Tipe-tipe karyawan seperti Lulu yang pendiam dan sangat pasif, Cindy yang ambisius dan menghalalkan segala cara untuk sukses, dan Evan yang ceria dan selalu optimis sangat mudah ditemui di dunia nyata. Tuntutan kerja yang begitu tinggi serta menyesakkan dipadu keinginan untuk menyeimbangkan kehidupan karir dan personal yang dihadapi Lulu juga merupakan problema yang familier untuk para karyawan di belantara ibu kota. Saya rasa, untuk hal ini, Sofi menuliskannya dengan cukup baik dan realistis.

Realitas dunia kerja tersebut kemudian dipadukan Sofi dengan kisah cinta a la drama Korea, di mana kehadiran Sam, si teman chatting, menimbulkan kejutan yang tak diduga-duga. Sangat romantis sebenarnya, tapi menjelang akhir cerita, saya malah merasa banyak lubang dalam interaksi Lulu dengan Sam dan mengurangi kepuasan saya akan ending-nya. Beberapa "if only..." kemudian mengikuti saya sampai membalik halaman terakhirnya.

Namun demikian, Peek A Boo, Love merupakan bacaan ringan yang layak jadi pilihan untuk mengisi waktu senggang kamu, terutama bila kamu menikmati kisah cinta yang sederhana tapi manis. Kalau Sofi berniat melanjutkan cerita buku ini, saya pengin banget, lho, kalau Cindy yang jadi tokoh utamanya. Cindy akan menjadi tokoh utama yang menarik sepertinya :)

No comments:

Post a Comment

What is your thought?