Friday, September 23, 2016

[Blog Tour] Wonder Fall - Giveaway

Akhirnya, tiba saat yang dinanti-nantikan: GIVEAWAY!!!



Ada 1 buku Wonder Fall yang akan diberikan kepada kamu yang beruntung, langsung dikirim dari penerbit Twigora.

Syarat untuk mendapatkan buku ini cukup mudah:
  1. Berdomisili di Indonesia
  2. Punya akun twitter untuk tweet berikut ini: "Ikutan #Blogtour #WONDERFALL @Quinn_Elektra @TWIGORA di blog @_marsh113_ dan menangkan hadiah bukunya <link ke pos ini>" Kamu bisa juga mem-follow akun-akun twitter yang ada di atas dan blog ini supaya bisa update dengan info-info seputar buku tapi tidak wajib.
  3. Tinggalkan komentar di bawah pos ini dengan informasi nama kamu, akun twitter kamu dan link tweet serta jawab pertanyaan ini: "Setelah membaca review tentang buku ini, apa sih yang paling membuatmu tertarik untuk membaca kisahnya?"
Giveaway berlangsung sampai tanggal 29 September 2016. Pemenang akan saya umumkan lewat blog ini dan akun twitter saya, @_marsh113_.

Semoga beruntung!




[Blog Tour] Wonder Fall - Review


322 halaman, ukuran buku 14 x 20 cm
Penulis: Elektra Queen
Editor: Alit Tisna Palupi
Sampul: Dwi Anissa Anindhika
Layout: Gita Mariana
Desain Stiker: Gita Mariana

ISBN 978-602-70362-6-0
Tahun terbit: 2016
Harga: Rp. 77.000

Menjadi janda dengan satu anak di usia relatif muda bukanlah hal mudah. Hal ini dirasakan benar oleh Amelie. Sejak kematian suaminya yang mendadak, ia harus berjuang keras menghidupi dirinya dan putrinya yang masih balita, Elsa. Bergulat di antara dunia kerja dan rumah hampir menghabiskan energinya. Beruntung, Amelie memiliki ibu dan dua adik, Arianna dan Arabel, yang tidak pernah menolak untuk membantunya. Selain itu, masih ada pula keluarga mendiang suami yang ikut campur dalam urusan pribadinya. Ibu Ryan, Kalila, memang terkenal penuntut dari dulu. Dan kini, dengan dalih kebahagiaan Amelie dan Elsa, ia berusaha menjodohkan Amelie dengan kembaran Ryan yang baru pulang dari Afrika, Otto. Bagaimana Amelie harus bertahan melihat laki-laki yang bagai pinang dibelah dua dengan mantan suaminya setiap hari?

Seakan masalah keluarga belum cukup pelik, hidup Amelie ditambahi persoalan kantor yang sama membuat pusingnya. Zach Barata, atasan baru Amelie yang terkenal perfeksionis dan kaku, nyaris membuat Amelie yang biasanya pendiam dan pasif meledak. Laki-laki itu benar-benar tidak tahu caranya berinteraksi dengan manusia lain! Namun, suatu hari Amelie melihat sisi lain dari Zach; Zach yang kebapakan dan lembut, yang menyayangi keponakannya, Lionel, dengan sepenuh hati. Zach ternyata merawat anak mendiang kakaknya. Dan tanpa disengaja, Lionel malah dekat dengan Amelie. 

Mengenal Zach yang ternyata bisa lembut dan kebapakan membuat Amelie merasa nyaman. Apalagi Zach ternyata juga bisa dengan mudah akrab dengan Elsa, yang biasanya menjaga jarak dengan orang asing. Hubungan Amelie dengan Zach di kantor menjadi lebih nyaman, bahkan keduanya kini sudah bisa tertawa-tawa bersama. Namun, Amelie belum siap untuk membuka hatinya kembali. Ada rahasia yang disimpan Amelie rapat-rapat mengenai pernikahannya terdahulu yang membuatnya enggan terikat lagi dengan laki-laki. Selain itu, ia tidak mau dicap sebagai janda penggoda oleh orang-orang kantor. 

Di sisi lain, ibu mertuanya masih mendesaknya untuk mau dijodohkan dengan Otto. Otto ternyata cukup menyenangkan. Akan lebih mudah bila Amelie menerima perjodohan itu, karena dengan demikian tali kekeluargaan yang mulai renggang dapat dipererat kembali. Selain itu, tidak ada gosip yang perlu dicemaskan. Namun, mampukah Amelie bersanding dengan saudara kembar mendiang suaminya?



[Blog Tour] Wonder Fall - Wawancara

Selamat datang di perhentian ke-5 dari Blog Tour Wonder Fall karya Elektra Queen!!!



Sudah menikmati Blog Tour di 4 perhentian sebelumnya?

Sama seperti di host yang lain, posting pertama ini berisi wawancara saya dengan pengarang Wonder Fall sekaligus juara pertama kompetisi menulis Sweet & Spicy Romance 2015, Elektra Queen. Ini wawancaranya!

1. Halo Elektra Queen, salam kenal! Namamu baru di dunia perbukuan Indonesia nih. Bisa perkenalkan diri kamu dulu secara singkat dan di mana para fans kamu bisa menghubungi kamu?

Halo, Nana. Salam kenal dari saya. Terima kasih untuk atensinya. Saya penyuka novel dan film bertema romance. Menyukai dunia menulis sejak remaja, tapi baru belakangan ini serius pengin jadi penulis. Saya punya banyak pemikiran yang dianggap aneh oleh sekeliling, hingga kadang lebih memilih untuk menutup mulut. Menulis menjadi cara untuk "membebaskan" diri. Saya kurang suka dengan keseragaman hanya supaya dianggap "normal". Saya bukan tipe orang yang tergila-gila pada selebritis. Saya biasanya jatuh cinta dengan karakter, bukan orangnya. Selera saya sering anomali. Dan sudah pasti saya bukan orang yang mengikuti tren.
Untuk akun sosmed, saya cuma punya twitter. Itu pun sengaja dibikin untuk mengikuti lomba Sweet & Spicy Romance kemarin ini. Akunnya @Quinn_Elektra. Makanya saya bersyukur banget karena jumlah follower tidak jadi salah satu syarat utama di lomba itu.

Thursday, September 15, 2016

[Blog Tour] Jadwal Blog Tour Wonder Fall

Halo teman-teman!!
Seperti teman-teman sudah lihat di sidebar, blog ini akan berpartisipasi dalam Blog Tour Wonder Fall karya Elektra Quinn. Novel ini merupakan pemenang lomba Sweet & Spicy Romance 2015 dari penerbit Twigora. Novel yang menarik, menurut saya.



Berikut jadwal blog tour-nya. Setiap host akan mengepos 3 pos dalam sehari meliputi wawancara, review, dan giveaway. Silakan mengikuti untuk tahu lebih banyak tentang novel Wonder Fall dan tunggu perhentiannya di blog ini ya!



15 September: Sri Sulistyowati

17 September: Afifah Mazaya

19 September: Asri Rahayu MS

21 September: Shen Meileng

23 September: Martina Sugondo (Nana)

25 September: Pida Alandrian
URL Blog: https://collection-of-book.blogspot.co.id/

27 September: Neneng Lestari

29 September: Athaya Irfan

1 Oktober: Oktabri Erwandra

3 Oktober: Luckty Giyan Sukarno

 

Monday, September 12, 2016

Secangkir Kopi dan Pencakar Langit


Pengarang:Aqessa Aninda
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 2016
Halaman: 354

Satrya selalu berpendapat kalau perempuan itu mau tak mau dinilai dari penampilannya. Wajah dan cara berpakaian menempati urutan teratas dalam checklist-nya. Baru kemudian selera musik, film, dll untuk menentukan apakah mereka akan nyambung ketika ngobrol atau tidak. Terakhir, baru kepribadiannya. Namun, ketika pindah ke kantor baru, Satrya malah menyukai seorang perempuan biasa saja, Athaya Shara. Athaya tidak pernah tampil mencolok seperti rekan-rekan sekerjanya yang lain yang berdandan habis-habisan, menggunakan pakaian yang menunjukkan kemolekan tubuh, dan wangi parfum yang bahkan tercium dari jauh. Athaya bekerja di bagian IT dan merupakan perempuan satu-satunya; unik. Sejak itu, melihat Athaya di kantor menjadi penyemangat Satrya.

Athaya sendiri memang bukan tipe perempuan yang berpikir muluk-muluk. Ia hanya ingin bekerja sebaik mungkin dan mendapatkan uang untuk keluarganya. Athaya adalah tulang punggung keluarga sejak ayahnya jatuh sakit. Namun di kantor, ada satu pria yang ia sukai, Ghilman namanya. Laki-laki Business Analyst itu selalu mampu menggetarkan hati Athaya. Sayang, Ghilman sudah memiliki kekasih.

Satrya tahu kalau di hati Athaya ada lelaki lain, dan sepertinya Satrya tahu orangnya. Ghilman bukanlah orang yang asing untuk Satrya. Sebaliknya, hubungan mereka cukup dekat. Mereka satu grup Whatsapp dan kerap bertukar banyolan. Namun, apakah ini berarti Satrya harus menyerah? Atau justru maju? Toh, Athaya tidak mungkin bisa memiliki Ghilman dan Satrya percaya diri kalau dia bisa membuat Athaya jatuh cinta padanya.

Di dalam gedung pencakar langit yang dingin dan angkuh, dengan segala tekanan deadline dan project, akankah ditemukan secangkir kopi yang menghangatkan hati?

Sunday, September 4, 2016

Love on Probation

Pengarang: Christina Juzwar
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2016
Halaman: 328

Alita benci dua hal: janji yang tak ditepati dan diperlakukan kasar. Dan kedua hal itu, sayangnya, ia dapati dari Arestyo Miller, laki-laki rekan kerjanya yang beberapa waktu terakhir dekat dengannya. Di kencan pertama mereka, Ares tidak datang dan malah membentak Lita ketika Lita menelepon untuk menanyakan alasannya. 

Sakit hati atas perlakuan Ares membuat Lita bertekad menjauhi laki-laki itu. Namun, Ares yang menyesal bertekad tidak akan melepaskan Lita begitu saja. Ares memohon kesempatan kedua, walau harus berupa percobaan pacaran selama 30 hari. Ketika Alita akhirnya mengiyakan tawaran Ares, penilaian Alita terhadap laki-laki itu pun perlahan-lahan berubah. Ares membuka dirinya dan mengizinkan Alita mengenal masa lalu laki-laki itu.

Namun, ada rahasia kelam yang disimpan Alita. Alita belum siap mengungkapkannya kepada Ares. Ketika akhirnya rahasia itu terungkap, akankah masa percobaan mereka berlanjut atau malah berakhir? Siapa yang akan mengakhirinya, Alita atau Ares?


Saturday, August 20, 2016

A untuk Amanda

Pengarang: Annisa Ihsani
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2016
Halaman: 266
Format: e-book (beli di Scoop)

Sejak dulu, Amanda terkenal sebagai anak berotak encer. Prestasinya selalu memuaskan dan ia bahkan berhasil mendapatkan keringanan finansial di sekolah berkat riwayat akademisnya. Murid-murid lain menjulukinya "Hermione". Amanda selalu bersungguh-sungguh dalam belajar sampai-sampai tidak punya waktu untuk bersosialisasi. Buatnya, nilai yang sempurna adalah sesuatu yang wajib diraihnya.

Satu-satunya orang yang membuat Amanda masih bisa memiliki kehidupan sosial adalah Tommy, sahabat sekaligus tetangganya sejak dulu. Tommy juga berotak encer, namun ia lebih supel dan dapat menyeimbangkan waktu untuk belajar dengan bergaul.

Hidup Amanda tadinya sempurna, dengan masa depan cerah membentang di depannya. Apalagi setelah akhirnya ia berpacaran dengan Tommy, yang selalu menghadirkan momen-momen manis dalam hidupnya. Namun, sesuatu terjadi. Amanda mulai merasa kalau ia sebenarnya tidak pandai dan kemampuannya sebenarnya hanyalah keberuntungan. Ia mulai mempertanyakan banyak hal tentang dirinya dan kehilangan kepercayaan dirinya. Ia pun kemudian menjadi enggan bangkit dari tempat tidur dan beraktivitas karena tak bisa menghentikan pikiran yang berkecamuk di otaknya dan melelahkannya secara mental.

Amanda depresi.

Namun, mungkinkah seseorang yang begitu sempurna seperti Amanda merasakan depresi? Berhakkah orang seperti Amanda merasakan depresi?