Wednesday, March 9, 2016

Sweet Nothings

Pengarang: Sefryana Khairil
Penerbit: Gagasmedia
Tahun Terbit; 2012
Halaman: 314

Saskia adalah pemilik toko kue Sweet Sugar. Janda beranak dua, yang suaminya meninggal dalam kecelakaan tujuh tahun sebelumnya. Namun, bukan itu yang membuat hati Saskia pahit dan membuatnya memutuskan untuk menutup hatinya. Sebelum kecelakaan merenggut nyawa Edo, suaminya, pernikahannya itu memang sudah hampir tidak dapat diselamatkan. Perlakuan Edo kepadanya membuat Saskia berencana melayangkan gugatan perceraian.

Apakah ia tidak boleh melindungi dinding yang ia bangun dengan susah payah agar tidak runtuh lagi?

Kini, ia merasa hidupnya sudah nyaman--walau sahabatnya, Indira, selalu memintanya untuk membuka hati kembali. Sampai Harsa muncul. Harsa adalah chef pastry baru di Sweet Sugar, orang yang terpaksa Saskia terima walau tingkah lakunya menyebalkan. Mau bagaimana lagi, Saskia butuh orang untuk membantunya dan Harsa memiliki kemampuan lebih dari cukup untuk itu. Diawali perdebatan-perdebatan, Saskia perlahan-lahan luluh terhadap lelaki itu, apalagi ketika Harsa mengutarakan niatnya untuk serius menikahi Saskia dan menerima kondisi Saskia.

Saskia tidak mengerti, mengapa keraguan dan ketakutan melihat masa depannya bersama Harsa semakin menjadi-jadi. Ia percaya pada Harsa, namun terlalu tidak percaya pada dirinya sendiri. Tidak terbayangkan olehnya ketika laki-laki itu merasa menyesal menikahinya, kemudian meninggalkannya di kemudian hari. Kehidupan akan jauh lebih menyakitkan.

Sayangnya, Harsa lebih muda 8 tahun dari Saskia, bermasa depan cemerlang, dan belum pernah menikah. Bukankah bersama Saskia hanya akan menghambat masa depannya? Lagipula, mampukah Harsa menjalani rumah tangga bersama dua orang anak yang bukan darah dagingnya? Saskia tidak ingin kejadian bersama Edo terulang lagi; Saskia tidak ingin disakiti lagi.

 *******

Jangan terbang tinggi-tinggi, kalau jatuh nanti sakit! Mungkin itulah gambaran yang tepat untuk menggambarkan perasaan Saskia dalam buku ini. Ia sudah ada di comfort zone-nya, setelah tahun-tahun menyakitkan pernikahannya dan tahun-tahun pergulatan hidup bersama kedua anaknya setelahnya. Walau ia tahu saat ini ia bisa saja lebih bahagia lagi, ia sudah menerima hidupnya dan berjudi dengan hal itu bukanlah pilihan yang terbaik. Kehadiran Harsa tentu menjungkirbalikkan dunia Saskia, karena untuk pertama kalinya, Saskia berpikir untuk mempertaruhkan kedamaian hidupnya untuk meraih kebahagiaan bersama Harsa. Tak heran, jika Saskia kemudian menjadi ragu dan kerap mempertanyakan motif Harsa mendekatinya.

Sefryana Khairil menuliskan perdebatan batin Saskia ini dengan sangat baik, ditambah lagi dengan menggabungkannya dengan unsur-unsur kuliner yang memang menjadi keseharian Saskia. Perkembangan emosi Saskia terasa nyata dan, walau mungkin terasa sedikit menyebalkan karena terkesan plinplan, keraguannya sangat manusiawi. Sayangnya, saya kurang sreg dengan sosok Harsa. Memang dia seorang laki-laki yang nyaris sempurna dan ikhlas menerima Saskia dengan kondisinya. Namun demikian, emosinya terasa terlalu meledak-ledak, menyebabkan saya berada di pihak Saskia yang sama-sama meragukan komitmen Harsa untuk menikahi Saskia. Dan di bagian Harsa ngambek dengan Saskia, rasanya justru menunjukkan betapa kekanak-kanakannya Harsa. Saya jadi kurang respek. 

Selain penokohan Harsa, saya juga kurang sreg dengan alurnya. Ada beberapa hal yang menurut saya kurang smooth, misalnya kenapa Saskia bisa mendadak lengket dengan Harsa hanya karena Harsa menolongnya ketika pingsan. Tidak ada keterangan perubahan pemikiran atau perasaan Saskia terhadap Harsa di sana. Lalu mengenai kecemburuan mendadak Saskia ketika Harsa didekati perempuan-perempuan lain, yang tidak jelas apa sebenarnya penyebabnya: apakah Saskia merasa rendah diri atau hanya sekadar posesif terhadap Harsa?

Buat saya, novel ini kurang memuaskan karena saya berharap seandainya saja perkembangan pemikiran Harsa dieksplor lebih jauh. Namun demikian, kisah Sweet Nothings ini cukup manis. Interaksi Saskia dan Harsa dapat membuatmu berdebar-debar dan gemas. Bisa dijadikan pilihan bacaan romantismu.



No comments:

Post a Comment

What is your thought?