Sunday, July 3, 2016

[Book to Movie] Sabtu Bersama Bapak

Satu buku yang menurut saya nggak boleh saya lewatin kalau dibuat jadi film adalah Sabtu Bersama Bapak-nya Adhitya Mulya. Kenapa? Soalnya, buku-buku Adhitya Mulya itu sebenernya movie material banget. Jomblo misalnya. Walau baca bukunya aja udah seru, waktu nonton filmnya ternyata bisa sama serunya. Malah dalam kasus Jomblo--ini sangat jarang saya rasakan--saya merasa bagusan filmnya daripada bukunya (karena ada Christian Sugiono *dikeplak Titi Kamal*).

Sebenernya, selain Jomblo, saya berharap Traveler's Tale yang ditulis Adhitya Mulya bersama tiga orang lain termasuk istrinya, Ninit Yunita, difilmkan juga. Pasti seru, karena bercerita tentang perjalanan kacau tiga orang sahabat untuk datang ke pernikahan satu sahabat mereka dengan alasan masing-masing. Tapi mungkin kendala di budget kali yaa karena harus keliling dunia buat syutingnya, sehingga buku ini nggak difilmkan :(

Anyway busway... Saya beruntung mendapat kesempatan nonton Gala Premier Sabtu Bersama Bapak nih, tanggal 1 Juli kemarin. Jadi ceritanya, di tanggal 25 Juli ada promo pembelian buku Sabtu Bersama Bapak di Gramedia tertentu bisa dapet tiket Gala Premier-nya. Kebetulan Gramedia PIM yang searah dengan jalur ke kantor menjadi salah satu toko yang ikutan promo ini, dan saya pun tanpa ragu mampir ke sana pagi-pagi dan beli bukunya (walau sebenarnya udah punya versi lamanya) daan... saya jadi orang ke-4 yang dapat tiketnya (dari 15 tiket yang tersedia). Gile, padahal saya datang jam 9 lewat dikit lho. Pas malnya baru buka!



Nah, Sabtu kemarin,  akhirnya saya bisa nonton film ini di Epicentrum Walk XXI bareng para penonton yang beruntung kayak saya dan juga ketemu para pemainnya. Sayang aja sih saya nggak foto-foto sama para pemain karena mereka dikerubungi wartawan terus. Hihihi.. Tapi lumayaaan ngeliat langsung Acha Septriasa, Abimana Aryasatya, Jennifer Arnelita, dan pastinya ketemu Adhitya Mulya (penulis bukunya sekaligus cameo di film) dan Ninit Yunita (istri penulis sekaligus cameo di film juga) serta Monty Tiwa (sutradara filmnya) juga doong. Hiks, agak sedih ga ketemu Deva Mahenra, padahal ternyata dia datang juga kemarin....

Foto di depan posternya aja deh... bareng temen-temen dari Gagasmedia (Eli, Mbak Resita, Mbak Iwied, Rani, dan Ko Jeffri)

Filmnya sendiri buat saya sama bagusnya dengan bukunya, walau ada beberapa perbedaan cerita. Misalnya untuk kisah Satya (Arifin Putra) dan Rissa (Acha Septriasa), yang pindah setting ke Paris dari Norwegia dan penyebab perkelahian mereka yang agak beda dari di buku. Kalau untuk bagian Cakra... nah ini... seru abiss... Akting Deva Mahenra ciamik banget!! Nonton deh, nanti kamu bakal ngerti maksud saya. Dan si Wati (Jennifer Arnelita) dan Firman (Ernest)-nya juga kocak. Ngakak abis sepanjang bagian mereka.

Oh iya, buat kamu yang belum baca buku Sabtu Bersama Bapak tapi pengin nonton filmnya, ini saya kasih gambaran ceritanya sedikit deh yaa... Jadi, Sabtu Bersama Bapak ini bercerita tentang keluarga Garnida yang terdiri dari Ibu Itje, Satya, dan Cakra, yang menjalani hidup mereka selepas kepergian Bapak. Pak Gunawan sebelum meninggal sudah merekam video yang bisa dijadikan penuntun untuk Satya dan Cakra sebagai bekal mereka ketika dewasa. Namun, seiring waktu, tentu permasalahan hidup dan tabiat masing-masing anak membuat baik Satya dan Cakra menghadapi konflik lumayan besar yang menentukan arah hidup mereka selanjutnya. Naah... apakah video-video dari Bapak bisa membantu mereka melewati konflik tersebut?



Penasaran? Nah ya udahlah, nonton aja filmnya mulai tanggal 5 Juli ini ya, ya!!

Oiya, sedikit balik lagi ke filmnya, selain cerita dan akting pemainnya yang bagus, saya juga kesengsem sama lagu lamanya Iwan Fals yang dipakai Bapak untuk ngajak Bu Itje dansa. Judulnya Lagu Cinta. Duuuh... romantis. Ini nih lagunya.



Yak, segitu aja cerita saya ya... Gak mau banyak-banyak, soalnya serius deh, mending nonton sendiri filmnya. Tapi, kalau menurut pendapat saya, akan lebih oke kalau kamu juga baca bukunya (review-nya ada nih). Soalnya, yaaa namanya film, lebih main di visual tapi akhirnya jadi banyak detail percakapan di buku yang hilang, padahal percakapan-percakapan itu justru yang dalem banget.

Selamat libur lebaran dan... selamat nonton Sabtu Bersama Bapak!

5 comments:

  1. Tonton trailer lengkapnya udah mewek, ntar filmnya mewek-able juga nggak Kak? Pas baca bukunya tersedu sekali :')

    Jadi kangen Satya dan Cakra lagi :)

    ReplyDelete
  2. wuaaaa...salah satu buku favorit saya dan gak nyangka di filmkan. selalu terharu jika mengisahkan tentang keluarga. penasaran akan Cakra yang saya rasa tak seaneh yang di novelnya...hahaha dan juga Satya yang begitu sayang dengan keluarga walaupun awal-awalnya ngeselin sebagai seorang bapak..banyak sangat pelajaran yang biasa diambil dari novel ini dan semoga filmnya tak mengecewakan para pembaca setia dan bakalan mewek pasti kalau nonton film ini
    *kapan ada bioskop d kampung ini?? :(

    ReplyDelete
  3. Ketika yang laen pada bahas buku A bagus buku B menarik, apalah dayaku yang hanya bisa baca reviewnya aja. Lagi kanker kak keuanganya, lagian gramed belum ada kak di kotaku. Nahloh. Apalagi bioskop jangan tanya deh... Orang yang punya bioskop gulung tikar. Derita banget gua :'( ah tapi gapapalah kali aja kakak mau ngasih buku hehehe *modus*

    ReplyDelete
  4. Ketika yang laen pada bahas buku A bagus buku B menarik, apalah dayaku yang hanya bisa baca reviewnya aja. Lagi kanker kak keuanganya, lagian gramed belum ada kak di kotaku. Nahloh. Apalagi bioskop jangan tanya deh... Orang yang punya bioskop gulung tikar. Derita banget gua :'( ah tapi gapapalah kali aja kakak mau ngasih buku hehehe *modus*

    ReplyDelete
  5. Kata temen saya dia sampai nangis berkali2 nonton nih film. Seru abis. Senengnya si kakak bisa nnton gala premiernya... iri saya nih... hihihi
    Sebenrnya kayanya saya wajib nih nonton flm ini. Kbetulan ayah saya jug sudh mninggal soalnya sejak saya kecil. Tapi memikirkan ini flm tentang ayah, saya pikir2 kayanya saya gak akan sanggup nnton film ini smbil terus menerus mmikirkan ayah saya yg sudh tiada, yg ingatan saya akan beliau hanya sekelebat saja.

    ReplyDelete

What is your thought?