Tuesday, April 19, 2016

Saint Anything


Author: Sarah Dessen
Publisher: Penguin Random House UK
Year Published: 2015
Pages: 417

Sydney had always been the least priority in her family. Her big brother, Peyton, had always gotten their parents' attention. Peyton, who was more cheerful, active, and later caught in never ending troubles which made him had to go to jail. Sidney, the one who was always calm, smart, and obedient, never made a scene in their family, thus, her parents didn't feel the need to look after Sydney.

I was used to being invisible. People rarely saw me, and if they did, they never looked close. I wasn’t shiny and charming like my brother, stunning and graceful like my mother, or smart and dynamic like my friends. That’s the thing, though. You always think you want to be noticed. Until you are. 

After all Peyton's problems--which left so many questions to her and her family, Sydney had to move school. Not only because she wanted to stay away from people who had already known Peyton's problem but also because of financial matter. There, at her new school, she met the Chathams: Layla, Mac, and their mother. With the Chathams, Sydney felt "visible". The Chathams were very warm and really saw her as herself, unlike her parents.

“As I shut the door and started to walk away, I heard him say, "Hey. Sydney."
"Yeah?"
"You had on a shirt with mushrooms on it, and your hair was pulled back. Silver earrings. Pepperoni slice. No lollipop."
I just looked at him, confused. Layla was walking toward us now.
"The first time you came into Seaside," he said. "You weren't invisible, not to me. Just so you know.” 

One thing that Sydney wanted was to meet the boy whom Peyton hit, to really know him and to say sorry. But her mother became very protective toward Peyton and thought that that was a very bad idea. And finally, after so long being invisible, Sydney finally became visible to her mother; not as the good girl Sydney but the problem child Sydney. And finally, Sydney realized what had made Peyton change: their parents.

Thursday, March 31, 2016

BLOG TOUR : Come Back to Me - Winner

Halo semua!!! Maaf saya telat mengumumkan pemenang giveaway Blog Tour Come Back to Me. Yaaa ampuuun... Saya bingung milih pemenangnya karena foto-fotonya pada total banget deh. Hihihihi... Walau pada awalnya saya bingung juga kok giveaway-nya sepi... Jangan-jangan pada malu berbagi foto... Tapi ternyata hasilnya seru banget!!



Terima kasih atas partisipasinya yaa..

Untuk pemenang, saya cuma bisa pilih satu nih. Buat yang beruntung, selamat yaa.. Buat yang belum, ayo berburu giveaway lagi di host yang lain. Siapa tahu ada yang nyangkut. Hehehe..

Wednesday, March 23, 2016

Blog Tour: Come Back to Me - Giveaway

Daaan saat yang sudah dinanti-nantikan:

GIVEAWAY!!!!!

Ada 1 buah buku Come Back to Me yang akan diberikan penerbit Twigora dan Arini Putri untuk kamu yang beruntung.



Caranya simpel aja:
  1. Berdomisili di Indonesia
  2. Mengepos 1 foto dirimu di Twitter dengan gaya seperti gaya saya di pos ini dengan alasan kenapa kamu harus mendapatkan buku Come Back to Me (alasan bisa di body tweet atau ditulis di file foto) di twitter. Mention saya di @_marsh113_, Arini Putri di @arin_ni dan penerbit Twigora @TWIGORA serta hash tag #COMEBACKTOME
  3. Tinggalkan komentar di pos Wawancara dan Review blog tour Come Back to Me.
  4. Tinggalkan komentar di pos ini dengan akun twitter kamu, link tweet kamu, dan nama yang kamu gunakan untuk meninggalkan komentar di pos blog tour Come Back to Me (no.3)
Yang fotonya paling kreatif (dan belum menang di giveaway host lain) akan saya pilih untuk mendapatkan buku Come Back to Me. Pemenang saya umumkan di blog ini dan twitter. Giveaway berlangsung sampai tanggal 29 Maret 2016 yaa.

Selamat berkreatif ria!!


Blog Tour: Come Back To Me - Review


Judul Buku : COME BACK TO ME 
Pengarang : ARINI PUTRI 
HargaJual : Rp 77.700 
Isbn/Ean : 978-602-70362-5-3 
Bulan/TahunTerbit : JANUARI 2016 
Panjang x Lebar : 13 x 19 cm 
Jumlah Halaman : 386 hlm 
Genre : Contemporary Romance 
Kategori : Novel


Ced bertemu Senna ketika menolong gadis itu yang hampir tertabrak anak-anak yang bermain skateboard. Reaksi spontan Ced adalah memarahi gadis itu, yang tidak berhati-hati ketika berjalan. Namun, alangkah kagetnya Ced ketika mengetahui bahwa gadis yang ia marahi itu buta.

Ced adalah seorang furniture designer yang berkepribadian dingin. Ia tidak pernah memedulikan hal lain selain pekerjaannya dengan kayu. Namun, perasaan bersalahnya kepada gadis buta yang ia marahi membuatnya mau datang ke Bittersweet, kafe tempat ia bertemu gadis itu. Senna merupakan supplier cookies kafe itu dan secara rutin mengantarkan kuenya ke sana. Pertemuan dan perkenalannya dengan Senna kemudian membuat Ced tak bisa lepas dari gadis buta yang memiliki mata coklat almond paling memikat dan senyum paling tulus yang pernah dilihatnya.


Senna mengalami kecelakaan ketika berumur 10 tahun. Sejak itu, ia tidak bisa melihat lagi. Kehidupannya penuh dengan cobaan karena tak semua orang bisa menerima kondisinya. Yang memberinya kekuatan selama ini hanyalah didikan almarhum ayahnya, yang menginginkan Senna bisa hidup mandiri walau memiliki keterbatasan fisik. Ketika bertemu Ced, akhirnya ia memiliki teman yang benar-benar menerima keadaannya. Ced pun dengan senang hati memberikan kesempatan bagi Senna untuk lebih mengenalnya, termasuk berbagi soal kayu, kecintaan Ced. Namun lagi-lagi, orang-orang di sekitar Ced menganggapnya tidak pantas bagi Ced dan hanya menyulitkan hidup Ced.


Bagaimana kisah Ced dan Senna selanjutnya? Benarkah Senna hanya menyulitkan Ced?

Blog Tour: Come Back to Me - Wawancara

Halo semuaa!!! Selamat datang di perhentian ketiga Book Blog Tour Come Back to Me karya Arini Putri!!!



Ketinggalan rangkaian blog tour-nya? Coba cek dua blog ini:
21 Maret // Mellisa Assa // www.mishapink.blogspot.com 
22 Maret // Athaya Irf // http://theboochconsultant.blogspot.co.id
Sama seperti di blog-blog sebelumnya, perhentian ketiga ini akan diawali dengan wawancara saya dengan Arini Putri, pengarang buku Come Back to Me. Wawancara saya berkutat seputar kebiasaan menulis Arini Putri dan juga sedikit bocoran tentang novel Come Back to Me ini. Yuk mari dibaca:


Lebih suka menulis sambil diiringi musik atau dalam keadaan sepi? Kalau dengan musik, musik macam apa/ lagu dari siapa?

Aku termasuk penulis yang harus pakai musik. Tanpa musik, rasanya tulisanku enggak ada emosinya. Jenis musiknya beraneka ragam sesuai kebutuhan, mulai dari Chopin sampai EXO hehehe.
Untuk novel ini, aku sedang tergila-gila dengan lagu lawas Korea. The Letter – Kim Kwang Jin, Like Rain Like Music – Kim Hyun Sik, Sad Fate – Nami, dan lain-lain. Saat proses editing aku enggak berhenti dengerin A Little Girl, lagu lama dari Lee Moonsae yang dinyanyikan ulang sama Oh Hyuk. Bagi yang nonton Reply 1988 pasti tahu :p

Wednesday, March 9, 2016

Sweet Nothings

Pengarang: Sefryana Khairil
Penerbit: Gagasmedia
Tahun Terbit; 2012
Halaman: 314

Saskia adalah pemilik toko kue Sweet Sugar. Janda beranak dua, yang suaminya meninggal dalam kecelakaan tujuh tahun sebelumnya. Namun, bukan itu yang membuat hati Saskia pahit dan membuatnya memutuskan untuk menutup hatinya. Sebelum kecelakaan merenggut nyawa Edo, suaminya, pernikahannya itu memang sudah hampir tidak dapat diselamatkan. Perlakuan Edo kepadanya membuat Saskia berencana melayangkan gugatan perceraian.

Apakah ia tidak boleh melindungi dinding yang ia bangun dengan susah payah agar tidak runtuh lagi?

Kini, ia merasa hidupnya sudah nyaman--walau sahabatnya, Indira, selalu memintanya untuk membuka hati kembali. Sampai Harsa muncul. Harsa adalah chef pastry baru di Sweet Sugar, orang yang terpaksa Saskia terima walau tingkah lakunya menyebalkan. Mau bagaimana lagi, Saskia butuh orang untuk membantunya dan Harsa memiliki kemampuan lebih dari cukup untuk itu. Diawali perdebatan-perdebatan, Saskia perlahan-lahan luluh terhadap lelaki itu, apalagi ketika Harsa mengutarakan niatnya untuk serius menikahi Saskia dan menerima kondisi Saskia.

Saskia tidak mengerti, mengapa keraguan dan ketakutan melihat masa depannya bersama Harsa semakin menjadi-jadi. Ia percaya pada Harsa, namun terlalu tidak percaya pada dirinya sendiri. Tidak terbayangkan olehnya ketika laki-laki itu merasa menyesal menikahinya, kemudian meninggalkannya di kemudian hari. Kehidupan akan jauh lebih menyakitkan.

Sayangnya, Harsa lebih muda 8 tahun dari Saskia, bermasa depan cemerlang, dan belum pernah menikah. Bukankah bersama Saskia hanya akan menghambat masa depannya? Lagipula, mampukah Harsa menjalani rumah tangga bersama dua orang anak yang bukan darah dagingnya? Saskia tidak ingin kejadian bersama Edo terulang lagi; Saskia tidak ingin disakiti lagi.

Friday, March 4, 2016

See You Again


Pengarang: Arini Putri
Penerbit: Gagasmedia
Tahun Terbit: 2015
Halaman: 349

Semua bermula dari sebuah novel grafis yang ditemukan Bagas di toko buku. Novel grafis itu berisi kisah yang mirip dengan kisah masa SMA-nya di kelas XII Bahasa, kelas buangan yang terletak di bawah tangga. Ternyata, novel grafis itu adalah buatan Dani, teman sekelas Bagas yang selalu duduk di belakang dan pendiam namun diam-diam selalu mengamati dan merekam keseharian teman-teman sekelasnya. Dani membukukan kisah anak-anak kelas XII Bahasa karena ia berharap suatu hari, kisah mereka akan dapat diselesaikan.

Angkatan Bagas adalah angkatan terakhir kelas XII Bahasa. Berisi murid-murid yang dicap sebagai anak-anak buangan--karena tidak bisa masuk IPA dan IPS, kelas ini sebenarnya penuh dengan remaja normal dengan segala problema dan dinamikanya. Ada Bagas dan Sharon yang berotak encer dan sebenarnya bisa masuk ke jurusan IPA atau IPS tapi memilih masuk Bahasa. Ada pula Angin, si pemalas yang selalu tidur di kelas tapi entah kenapa sangat dipercaya Sharon untuk mengkritik cerita tulisannya. Lalu ada Dito dan Nira yang ceria dan diam-diam saling menyukai. Belum lagi kelompok G5 yang terkesan badung tapi ternyata anti rokok. Tak mau ketinggalan, ada pula Bu Fitri, sang wali kelas yang selalu optimis dan percaya murid-muridnya akan bisa menjadi orang-orang yang berguna di masa depan.

Lalu mengapa Kelas XII Bahasa bisa ditutup? Hal apa yang terjadi di penghujung tahun terakhir SMA Bagas dan kawan-kawannya sehingga membuat Dani merasa kalau bertahun-tahun kemudian kisah itu butuh penutup?