Showing posts with label Anggun Prameswari. Show all posts
Showing posts with label Anggun Prameswari. Show all posts

Saturday, December 26, 2015

Blog Tour: Perfect Pain - Winner

Halo teman-teman!!!



Udah pada nungguin pemenang giveaway Perfect Pain, ya?
Maaf ya terlambat. Namanya juga lagi liburan. Jalan-jalan bo! Tapi tenang aja, saya sudah memilih satu pemenang yang akan mendapatkan buku Perfect Pain kok.

Nggak sabar?

Nah... yang beruntung adalaaaah....

Nova Indah Putri Lubis
@nov4ip

SELAMAT YAA!!!

Silakan kirim e-mail ke martina.s.daruli@gmail.com dengan nama lengkap, alamat dan kode pos, serta no telp yang bisa dihubungi untuk kepentingan pengiriman paket. Saya tunggu secepatnya ya.

Buat yang belum beruntung, ayo beli bukunya. Nggak bakal nyesel sih bacanya.


Sunday, December 20, 2015

BLOG TOUR : PERFECT PAIN (+Giveaway)



Pengarang: Anggun Prameswari
Penerbit: Gagasmedia
Tahun Terbit: 2015
Halaman: 315

Dunia tidak pernah terasa damai bagi Bidari, bahkan ketika ia berada di rumahnya sendiri. Kehadiran Bram, suaminya, seringkali disertai pukulan dan hinaan, membuat tubuh Bidari sudah refleks ketakutan dan mengantisipasi rasa sakit setiap kali laki-laki itu muncul. Hanya Karel, anaknya yang masih SD, yang menjadi kekuatannya dan membuatnya mampu bertahan sampai saat ini.



"Jangan menyerah padaku, Bi." Bram mencium bekas pukulannya tadi. Lembut sekali, seakan kecupan itu sanggup membuat nyerinya sirna. "Karel membutuhkan kita berdua."

Tiap kali nama Karel disebut, hatiku remuk. Mencintai seseorang membuatmu kuat, sekaligus lemah pada saat yang bersamaan. Mungkin, sekali lagi siapa tahu, kalau aku bertahan sedikit lebih lama, Bram akan menjadi lebih baik. 


Suatu hari, Karel membuka kesempatan bagi Bidari untuk melarikan diri dari neraka rumah tangganya. Anak Bidari yang pintar itu pergi meminta tolong pengacara sekaligus kekasih gurunya, Sindhu Sudiro. Walau awalnya menyangkal dan merasa tidak butuh pertolongan, Bi tidak tahan ketika melihat Bram menyakiti Karel, sesuatu yang sebelumnya tak pernah terjadi, tak lama setelah keduanya terlambat pulang setelah menemui Sindhu. Berdua dengan anaknya, Bi pun melarikan diri kepada Sindhu. Sindhu memang menawarkan cara untuk keluar dari neraka rumah tangganya. 

Masalahnya, akan bagaimana hidup Bi dan Karel setelahnya? Mau ke mana Bi setelah meninggalkan Bram? Selama ini, Bram adalah pelariannya dari ayahnya yang selalu menganggapnya sebagai kegagalan dan ibunya yang tidak bisa membelanya sama sekali. Selama ini, hanya Bram yang selalu mencintainya, walau terkadang cara Bram mencintai menyakiti Bi. Bi tidak memiliki siapa-siapa. Hidup tanpa Bram, mampukah Bi?


Saturday, August 8, 2015

After Rain


Pengarang: Anggun Prameswari
Penerbit: Gagasmedia
Tahun terbit: 2013
Halaman: 323



Serenade Senja, alias Seren, mempertanyakan posisinya sebagai kekasih Bara. Total 10 tahun lamanya ia telah menjalin hubungan dengan Bara, dengan 3 tahun terakhir dihabiskan dengan menjadi pacar rahasianya. Bara adalah cinta sejati Seren, sejak pertama kali Seren melihatnya dari balkon rumahnya. Siapa sangka, perasaannya segera bersambut. Sayang, tujuh tahun kemudian Bara terpaksa menikah dengan Anggi karena dijodohkan oleh orangtuanya. Bara tidak bisa menolak. Namun, Bara dan Seren tidak rela untuk berpisah; mereka saling mencintai. Maka, jadilah tiga tahun lamanya mereka kucing-kucingan di balik Anggi.

Sampai pada puncaknya di hari jadi Bara dan Seren ke-10, Seren menumpahkan frustrasinya: ia meminta Bara memilih antara dirinya dan Anggi. Sayang, Bara memilih Lily, anaknya dari Anggi. Bara ingin meninggalkan Anggi, namun tidak ingin menyakiti hati anak semata wayangnya itu.

Sejak saat itu, semua berubah. Kemesraan diam-diam di kantor antara Seren dan Bara tidak pernah terjadi lagi. Bara menjauh, Seren tak kuasa mendekat. Yang tertinggal hanya patah hati dan frustrasi. Sampai suatu hari, Seren mendapat tawaran untuk menjadi guru bahasa Inggris SMA, impiannya sejak dulu yang terlupakan karena Bara keburu menawarinya kerja di perusahaan yang sama dengan tempat Bara bekerja. Seren lalu mencoba mengambil kesempatan itu dan ia diterima. Ia pun pindah kerja menjadi guru.

Kehidupan menjadi guru anak-anak SMA tidaklah mudah. Ada satu muridnya yang pintar namun nakal, Kenzo, yang selalu mempersulitnya. Ada pula Elang, guru musik yang dingin namun selalu memperhatikannya. Perlahan-lahan, kehadiran Bara mulai memudar dalam hati Seren, berganti keceriaan baru yang menghiasi hari-harinya.

Namun, ketika Bara akhirnya kembali untuk memperjuangkan cinta mereka, mampukah Seren menolaknya? Ataukah ini pertanda, bahwa akhirnya Seren dapat memenangkan cintanya?