Showing posts with label Priceless Moment. Show all posts
Showing posts with label Priceless Moment. Show all posts

Sunday, October 5, 2014

Priceless Moment

Pengarang: Prisca Primasari
Penerbit: Gagasmedia
Tahun Terbit: 2014
 Halaman: 296


You don't know what you've got 'til it's gone.

Begitulah yang dirasakan Yanuar setelah istrinya, Esther, meninggal karena kecelakaan. Yanuar yang selama ini begitu larut dalam pekerjaannya sebagai manajer di sebuah perusahaan furnitur, Ebony & Ivory, baru menyadari betapa selama ini terdapat jarak yang membentang luas antara dirinya dan kedua anaknya, Hafsha dan Feru. Dulu, ketika Esther masih hidup, Yanuar bisa melimpahkan segala tanggung jawab mengurus anak kepada Esther. Tanggung jawab Yanuar hanyalah bekerja dan memastikan keluarganya tercukupi secara ekonomi. Namun kini, hanya Yanuar orang tua yang tersisa bagi Hafsha dan Feru dan tanggung jawab itu dipindahkan sepenuhnya kepada Yanuar.

Mendekatkan dirinya kepada Hafsha dan Feru terbukti sulit. Yanuar tidak tahu masakan ikan salmon favorit keduanya. Yanuar tidak bisa membacakan dongeng sebelum tidur. Anak-anak lebih menyukai bersama Paman Wira, adik Yanuar yang ceria dan ekspresif, ketimbang ayah mereka yang kaku dan selalu sibuk. Namun Yanuar telah memutuskan untuk tidak lagi kehilangan momen kebersamaannya dengan kedua anaknya. Sudah cukup dirinya kehilangan Esther, jangan ditambah kedua anaknya.

Di kantor, Yanuar bertemu dengan desainer baru bernama Lieselotte. Perempuan yang percaya diri, genius, namun enggan berbaur dengan sekitar. Terkesan sombong. Desain kamar anak-anak ciptaan Lieselotte sangatlah indah walau mahal. Dan tanpa terduga, perempuan yang dingin di kantor itu malah berhasil mendekatkan diri dengan Hafsha dan Feru tanpa usaha berarti. 

Di tengah kebahagiaan Yanuar yang mulai tumbuh kembali seiring perkembangan hubungannya dengan Hafsha dan Feru, kerap timbul pertanyaan di benak Yanuar: Sudah siapkah ia melanjutkan hidupnya sendiri? Mampukah ia menggantikan Esther dengan wanita lain yang perlahan-lahan menghiasi pikirannya, Lieselotte?