Showing posts with label Family. Show all posts
Showing posts with label Family. Show all posts

Friday, April 7, 2017

Magic Banana

Pengarang: Ninna Lestari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2016
Halaman: 261

Alfa berubah setelah saudari kembarnya, Alfi, meninggal dunia. Dulu, Alfi merupakan penyeimbang hidup Alfa dan menjadi teman setianya melalui segala kesulitan yang menimpa keluarga mereka. Kini, tanpa Alfi, Alfa berubah menjadi pemberontak dan berkepribadian dingin. Ia menjaga jarak terhadap sahabat-sahabatnya, terutama Misha yang diam-diam mencintainya. Sampai suatu hari, Alfa berkenalan dengan Banana, adik kelasnya yang unik.

Banana mengingatkan Alfa akan sosok Alfi. Gadis pencinta warna kuning dan selalu membawa pisang itu selalu rusuh dan menarik untuk digoda, tapi tak pernah takut mengungkapkan pikirannya. Maka, Alfa pun selalu mengerjai Banana. Semakin Banana melawan, semakin Alfa tak mau melepaskannya.

Awalnya, Banana merasa sedang tertimpa sial karena kehadiran Alfa dan hanya berpikir untuk membalas semua keisengan Alfa sampai cowok itu jera. Namun kemudian, ia mulai mengenal sisi lain Alfa dan kesedihan yang menimpa kakak kelasnya itu. Bukan hanya karena kehilangan saudari kembarnya, tapi juga tragedi yang menimpa keluarganya. Banana ingin menolong, tapi Alfa malah menarik diri darinya. Haruskah Banana membiarkan Alfa, atau menolongnya?

Sunday, November 27, 2016

Di Balik Kerling Saatirah

Pengarang: Ninik M. Kuntarto
Penerbit: Grasindo
Tahun terbit: 2010
Halaman: 191

"Ma, jabatanku sebagai Direktur PT Kimia Utama memerlukan dukungan semangat yang penuh dari orang-orang yang kucintai. Aku butuh semangat hidup itu. Aku butuh semangat itu sebagai asa untuk optimalisasi kinerjaku. Aku butuh perempuan lain yang bisa membuat semangat kerjaku berkali lipat bangkit," Mas Andro mengawali pembicaraannya.

Saatirah bagai tersambar geledek ketika suaminya, Andro, terang-terangan meminta izin Saatirah untuk memacari perempuan lain. Shintia, sekretarisnya. Ingin rasanya Saatirah menolak, namun Saatirah, yang tumbuh dari keluarga terhormat menak Sunda, dilatih untuk selalu sabar dan menurut pada suami. Selama ini, bukannya tak pernah ada perempuan lain di hati Mas Andro. Namun, Saatirah berhasil mengusir semua perempuan itu dengan cara halus. Maka, ia pun meminta dipertemukan dengan Shintia.

Shintia berbeda dari perempuan-perempuan lain yang pernah singgah dalam rumah tangga Saatirah dan Andro. Perempuan satu ini begitu kuat menguasai Andro dan begitu bebal. Dan Andro, entah mengapa, malah selalu menomorsatukan Shintia dibanding Saatirah. Andro bahkan tak ragu menampar Saatirah di depan ibu dan kakak Saatirah kala mengetahui Saatirah mengirim pesan bernada mengancam kepada Shintia.

Anyelir tahu juga masalah yang saat ini sedang aku alami. Aku ingin malam berjalan cepat agar hari esok segera tiba. Aku ingin kembali ke rumah Anyelir. Penasaran. Logikaku runtuh, nalarku ambruk. Kalimat Anyelir terakhir kali padaku sangat menyedot keingintahuanku.

Ketika membantu sahabatnya yang sedang tertimpa masalah, Susan, Saatirah bertemu kembali dengan keponakannya yang kabarnya memiliki kemampuan "meneropong". Anyelir namanya. Pertanyaan Anyelir tentang masalah rumah tangga Saatirah dan Andro membuat Saatirah tergoda untuk meminta bantuan Anyelir. Benar, ternyata Andro sudah diguna-guna Shintia. Maka, dengan bantuan Anyelir, Saatirah mencoba melawan guna-guna Shintia dan dukunnya yang kuat.

Di samping menjadi klien Anyelir, Saatirah akhirnya juga mempromosikan Anyelir kepada teman-temannya. Ternyata, banyak masalah yang menimpa teman-temannya juga disebabkan oleh kekuatan gaib dan hanya kekuatan gaiblah yang bisa melawannya. Namun, apakah masalah rumah tangga Saatirah akhirnya bisa diselesaikan? Bukankah percaya dukun adalah sesuatu yang dosa?

Friday, November 25, 2016

Crazy Rich Asians - Kaya Tujuh Turunan

Pengarang: Kevin Kwan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2016
Halaman: 471

Rachel Chu adalah seorang dosen ekonomi keturunan Cina di Amerika. Hidupnya berkecukupan dan ia sudah cukup bahagia memiliki kekasih yang menyayanginya, Nicholas Young, juga seorang dosen yang tampan dan berprestasi. Ketika Nick tiba-tiba mengajak Rachel berlibur ke Singapura dalam rangka pernikahan sahabat Nick, Colin, Rachel setuju untuk ikut demi bersenang-senang dan mengenal tempat Nick dibesarkan. Rachel tidak mengira kejutan besar menunggunya di negara pulau yang kecil itu.

Nick sebenarnya adalah anak dari keluarga kaya lama keturunan Tionghoa di Singapura atau biasa disebut Cina Peranakan. Nama keluarga Young sebagai konglomerat memang tidak begitu terdengar gaungnya karena sebenarnya, yang memiliki kekayaan melimpah adalah nenek Nick, Shang Su Yi, yang menikah dengan kakek Nick, Sir James Young. Selain itu, seluruh saudara ayah Nick adalah perempuan, sehingga hanya ayah Nick dan Nick yang mewarisi nama keluarga Young. Hanya keluarga-keluarga kaya lama Singapura yang mengetahui betapa besar warisan yang akan diterima Nick nantinya. Oleh karenanya, mereka pun bagai kesetanan berharap bisa menikah atau menikahi putri mereka dengan Nick.

Ketika sampai di Singapura, Rachel hanya berharap akan bersenang-senang di negara tropis tersebut. Araminta dan Colin, si calon mempelai, menyambutnya dengan hangat. Begitu pula sepupu Nick yang cantik dan modis, Astrid. Namun, kejadian demi kejadian selanjutnya sungguh membuat Rachel geleng-geleng kepala. Pesta lajang Araminta di pulau terpencil di Papua yang berakhir dengan bullying terhadap Rachel yang dinilai tak jelas asal-usulnya oleh perempuan-perempuan teman-teman Araminta, rumah nenek Nick yang misterius dan besar sekali, sampai rahasia keluarga Rachel yang terkuak karena ulah ibu Nick yang ingin "menyelamatkan" anaknya.

Rachel meragukan masa depan cintanya dengan Nick karena ia merasa tidak mengenal Nick lagi. Nick bagaikan orang asing yang berasal dari lain dunia dari Rachel. Namun, Nick bersikeras mempertahankan cintanya. Bagaimana nasih hubungan Rachel dan Nick selanjutnya?


Monday, November 14, 2016

Blog Tour: Origamiara + Giveaway Winner!!


Aiara Nadya Noer atau Ara adalah mahasiswa semester 3 jurusan Matematika. Ia memang menyukai matematika, namun bukan itu alasan terkuatnya memilih jurusan Matematika. Ara memilih jurusan matematika karena di sana ada Fardio Tama alias Dio, tetangga sekaligus seniornya yang pintar, yang Ara percaya akan dapat mengajari Ara semua pelajaran yang susah. Ara diam-diam menyukai Dio dan suka mengirimkan origami yang ditulisi puisi untuk Dio secara anonim. Ara juga berniat mengikuti semua langkah Dio, termasuk konsentrasi Kombinatorika yang diambil cowok itu. Sayangnya, Dio adalah tipikal cowok yang kaku, pendiam, dan tak suka diganggu cewek ribut macam Ara.

Andai kamu tahu
Mimpiku menyamakan langkah denganmu
Berjalan beriring, seiring,
juga menjadi pendamping
Bukan bergerak masing-masing

Rasa sebal Dio akan Ara bukannya tanpa alasan. Dia tahu kalau Ara menyukainya, hanya saja Dio melihat Ara terlalu manja dan hidupnya terlalu tergantung orang lain--dalam hal ini Dio. Ara hanya mengikuti jejak Dio tanpa memikirkan minat dan kemampuannya sendiri. Ara juga sering gagal fokus dan lebih suka melipat origami atau mewarnai buku catatannya ketimbang mengerjakan soal. Padahal, kuliah bukanlah main-main. Pilihan kita di masa kuliah menentukan masa depan kita dalam bekerja. Maka, ketika di satu kesempatan Ara menanyakan tipe perempuan ideal Dio, Dio sengaja menyebutkan segala hal yang bukan Ara: cerdas, bisa menempatkan diri dalam bersikap, berprinsip, sopan, mandiri, peduli, dan nggak cengeng.

Rasaku padamu seperti pagi tanpa hujan
Terang, bersinar
Sampai tak sadar pada tidurku
yang belum selesai
Lelap aku terlalu lelap
Samar antara terang dan gelap
Mana nyata, mana mimpi
Mana harapan, mana ilusi
Aku tak mengerti

Ara lalu mulai tertimpa masalah dengan perkuliahannya. Nilai kuliahnya mulai berjatuhan. Ara merasa ia sudah jungkir balik belajar, namun daya tangkapnya tidak seperti teman-temannya yang lain. Ia meminta bantuan pada Dio tapi sia-sia karena Dio sudah kapok mengajari Ara. Malah Fardian atau Ian, adik Dio sekaligus teman seangkatan Ara, yang membantunya. Ian berbeda dari Dio. Si bungsu ini lebih terbuka dan humoris, dan juga berani bicara blak-blakan kepada Ara. Diam-diam, ia menyukai Ara. Namun sayang, Ara tidak pernah memandangnya lebih dari sekadar teman. Di otak Ara hanya ada Dio, Dio, dan Dio.

Bagaimana kisah Ara selanjutnya? Apakah ia berhasil mengikuti jejak Dio? Bagaimana dengan Dio dan Ian, akankah mereka menjadi saingan?


Friday, October 21, 2016

[Movie & Book] Wonderful Life

Awalnya adalah tawaran dari teman yang bekerja di penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) untuk ikutan nonton bareng film ini, yang dibuat karena terinspirasi dari buku non-fiksi berjudul sama karya Amalia Prabowo terbitan KPG. Karena saya tidak bisa mengikuti acara nonton barengnya, maka teman saya memberikan voucher bioskop saja, yang bisa saya gunakan kapan saja saya mau menonton. "Tapi nanti kamu review, ya," pesannya. "Kalau begitu, kasih bukunya juga dong," tawar saya. Bukan karena apa-apa, tapi saya ini penonton film yang payah. Jangankan untuk menulis review film, untuk mengingat detail adegan di film pun saya sulit. Jadi, akan lebih baik kalau saya baca bukunya dulu, sehingga ketika menonton filmnya nanti, saya akan menganggapnya seperti menonton ilustrasi buku. Untung teman saya baik, akhirnya saya mendapatkan bukunya juga, walau bukan buku non-fiksi Wonderful Life karya Amalia Prabowo tadi, melainkan buku adaptasi dari naskah filmnya.

Dan langsung saya baca.

Dan habis dalam waktu 1 setengah hari.

Sempat pakai adegan mata berkaca-kaca di Transjakarta pula! *haiz!!*

Wonderful Life
Sutradara: Agus Makkie
Penulis Skenario: Jenny Jusuf
Produser: Angga Dwimas Sasongko, Handoko Hendroyono, Rio Dewanto
Pemain: Atiqah Hasiholan, Sinyo, Lydia Kandou, Alex Ababd 
Penulis Novel: Kiki Raihan
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Tahun Terbit: 2016

Buat saya, cerita Wonderful Life ini sangat membuka wawasan, terutama untuk seorang ibu, tentang bagaimana memandang kehadiran anak dalam hidupnya. Bukan hanya kehadiran anak yang ternyata memiliki kekurangan, tapi anak secara umum.

Filmnya kurang lebih sama dengan isi bukunya, karena toh buku yang saya baca merupakan pengembangan dari skenario film. Memang ada beberapa hal yang dijelaskan lebih rinci di buku, namun secara garis besar masih sama. Jadi, review ini saya buat untuk buku sekaligus filmnya ya...

Friday, September 23, 2016

[Blog Tour] Wonder Fall - Giveaway - WINNER!!

Akhirnya, tiba saat yang dinanti-nantikan: GIVEAWAY!!!



Ada 1 buku Wonder Fall yang akan diberikan kepada kamu yang beruntung, langsung dikirim dari penerbit Twigora.

Syarat untuk mendapatkan buku ini cukup mudah:
  1. Berdomisili di Indonesia
  2. Punya akun twitter untuk tweet berikut ini: "Ikutan #Blogtour #WONDERFALL @Quinn_Elektra @TWIGORA di blog @_marsh113_ dan menangkan hadiah bukunya <link ke pos ini>" Kamu bisa juga mem-follow akun-akun twitter yang ada di atas dan blog ini supaya bisa update dengan info-info seputar buku tapi tidak wajib.
  3. Tinggalkan komentar di bawah pos ini dengan informasi nama kamu, akun twitter kamu dan link tweet serta jawab pertanyaan ini: "Setelah membaca review tentang buku ini, apa sih yang paling membuatmu tertarik untuk membaca kisahnya?"
Giveaway berlangsung sampai tanggal 29 September 2016. Pemenang akan saya umumkan lewat blog ini dan akun twitter saya, @_marsh113_.

Semoga beruntung!



Pemenang hadiah Wonder Fall adalaaaah...

BINTANG MAHARANI (@btgmr)

Selamat yaaa.. Segera kirimkan data Nama, Alamat, No Tlp ke martina.s.daruli@gmail.com dengan subject Pemenang Wonder Fall yaa...

Buat yang lain yang belum beruntung, semoga beruntung di pemberhentian berikutnya ya... Terima kasih atas partisipasi teman-teman semua!

[Blog Tour] Wonder Fall - Review


322 halaman, ukuran buku 14 x 20 cm
Penulis: Elektra Queen
Editor: Alit Tisna Palupi
Sampul: Dwi Anissa Anindhika
Layout: Gita Mariana
Desain Stiker: Gita Mariana

ISBN 978-602-70362-6-0
Tahun terbit: 2016
Harga: Rp. 77.000

Menjadi janda dengan satu anak di usia relatif muda bukanlah hal mudah. Hal ini dirasakan benar oleh Amelie. Sejak kematian suaminya yang mendadak, ia harus berjuang keras menghidupi dirinya dan putrinya yang masih balita, Elsa. Bergulat di antara dunia kerja dan rumah hampir menghabiskan energinya. Beruntung, Amelie memiliki ibu dan dua adik, Arianna dan Arabel, yang tidak pernah menolak untuk membantunya. Selain itu, masih ada pula keluarga mendiang suami yang ikut campur dalam urusan pribadinya. Ibu Ryan, Kalila, memang terkenal penuntut dari dulu. Dan kini, dengan dalih kebahagiaan Amelie dan Elsa, ia berusaha menjodohkan Amelie dengan kembaran Ryan yang baru pulang dari Afrika, Otto. Bagaimana Amelie harus bertahan melihat laki-laki yang bagai pinang dibelah dua dengan mantan suaminya setiap hari?

Seakan masalah keluarga belum cukup pelik, hidup Amelie ditambahi persoalan kantor yang sama membuat pusingnya. Zach Barata, atasan baru Amelie yang terkenal perfeksionis dan kaku, nyaris membuat Amelie yang biasanya pendiam dan pasif meledak. Laki-laki itu benar-benar tidak tahu caranya berinteraksi dengan manusia lain! Namun, suatu hari Amelie melihat sisi lain dari Zach; Zach yang kebapakan dan lembut, yang menyayangi keponakannya, Lionel, dengan sepenuh hati. Zach ternyata merawat anak mendiang kakaknya. Dan tanpa disengaja, Lionel malah dekat dengan Amelie. 

Mengenal Zach yang ternyata bisa lembut dan kebapakan membuat Amelie merasa nyaman. Apalagi Zach ternyata juga bisa dengan mudah akrab dengan Elsa, yang biasanya menjaga jarak dengan orang asing. Hubungan Amelie dengan Zach di kantor menjadi lebih nyaman, bahkan keduanya kini sudah bisa tertawa-tawa bersama. Namun, Amelie belum siap untuk membuka hatinya kembali. Ada rahasia yang disimpan Amelie rapat-rapat mengenai pernikahannya terdahulu yang membuatnya enggan terikat lagi dengan laki-laki. Selain itu, ia tidak mau dicap sebagai janda penggoda oleh orang-orang kantor. 

Di sisi lain, ibu mertuanya masih mendesaknya untuk mau dijodohkan dengan Otto. Otto ternyata cukup menyenangkan. Akan lebih mudah bila Amelie menerima perjodohan itu, karena dengan demikian tali kekeluargaan yang mulai renggang dapat dipererat kembali. Selain itu, tidak ada gosip yang perlu dicemaskan. Namun, mampukah Amelie bersanding dengan saudara kembar mendiang suaminya?



[Blog Tour] Wonder Fall - Wawancara

Selamat datang di perhentian ke-5 dari Blog Tour Wonder Fall karya Elektra Queen!!!



Sudah menikmati Blog Tour di 4 perhentian sebelumnya?

Sama seperti di host yang lain, posting pertama ini berisi wawancara saya dengan pengarang Wonder Fall sekaligus juara pertama kompetisi menulis Sweet & Spicy Romance 2015, Elektra Queen. Ini wawancaranya!

1. Halo Elektra Queen, salam kenal! Namamu baru di dunia perbukuan Indonesia nih. Bisa perkenalkan diri kamu dulu secara singkat dan di mana para fans kamu bisa menghubungi kamu?

Halo, Nana. Salam kenal dari saya. Terima kasih untuk atensinya. Saya penyuka novel dan film bertema romance. Menyukai dunia menulis sejak remaja, tapi baru belakangan ini serius pengin jadi penulis. Saya punya banyak pemikiran yang dianggap aneh oleh sekeliling, hingga kadang lebih memilih untuk menutup mulut. Menulis menjadi cara untuk "membebaskan" diri. Saya kurang suka dengan keseragaman hanya supaya dianggap "normal". Saya bukan tipe orang yang tergila-gila pada selebritis. Saya biasanya jatuh cinta dengan karakter, bukan orangnya. Selera saya sering anomali. Dan sudah pasti saya bukan orang yang mengikuti tren.
Untuk akun sosmed, saya cuma punya twitter. Itu pun sengaja dibikin untuk mengikuti lomba Sweet & Spicy Romance kemarin ini. Akunnya @Quinn_Elektra. Makanya saya bersyukur banget karena jumlah follower tidak jadi salah satu syarat utama di lomba itu.

Thursday, September 15, 2016

[Blog Tour] Jadwal Blog Tour Wonder Fall

Halo teman-teman!!
Seperti teman-teman sudah lihat di sidebar, blog ini akan berpartisipasi dalam Blog Tour Wonder Fall karya Elektra Quinn. Novel ini merupakan pemenang lomba Sweet & Spicy Romance 2015 dari penerbit Twigora. Novel yang menarik, menurut saya.



Berikut jadwal blog tour-nya. Setiap host akan mengepos 3 pos dalam sehari meliputi wawancara, review, dan giveaway. Silakan mengikuti untuk tahu lebih banyak tentang novel Wonder Fall dan tunggu perhentiannya di blog ini ya!



15 September: Sri Sulistyowati

17 September: Afifah Mazaya

19 September: Asri Rahayu MS

21 September: Shen Meileng

23 September: Martina Sugondo (Nana)

25 September: Pida Alandrian
URL Blog: https://collection-of-book.blogspot.co.id/

27 September: Neneng Lestari

29 September: Athaya Irfan

1 Oktober: Oktabri Erwandra

3 Oktober: Luckty Giyan Sukarno

 

Sunday, July 3, 2016

[Book to Movie] Sabtu Bersama Bapak

Satu buku yang menurut saya nggak boleh saya lewatin kalau dibuat jadi film adalah Sabtu Bersama Bapak-nya Adhitya Mulya. Kenapa? Soalnya, buku-buku Adhitya Mulya itu sebenernya movie material banget. Jomblo misalnya. Walau baca bukunya aja udah seru, waktu nonton filmnya ternyata bisa sama serunya. Malah dalam kasus Jomblo--ini sangat jarang saya rasakan--saya merasa bagusan filmnya daripada bukunya (karena ada Christian Sugiono *dikeplak Titi Kamal*).

Sebenernya, selain Jomblo, saya berharap Traveler's Tale yang ditulis Adhitya Mulya bersama tiga orang lain termasuk istrinya, Ninit Yunita, difilmkan juga. Pasti seru, karena bercerita tentang perjalanan kacau tiga orang sahabat untuk datang ke pernikahan satu sahabat mereka dengan alasan masing-masing. Tapi mungkin kendala di budget kali yaa karena harus keliling dunia buat syutingnya, sehingga buku ini nggak difilmkan :(

Anyway busway... Saya beruntung mendapat kesempatan nonton Gala Premier Sabtu Bersama Bapak nih, tanggal 1 Juli kemarin. Jadi ceritanya, di tanggal 25 Juli ada promo pembelian buku Sabtu Bersama Bapak di Gramedia tertentu bisa dapet tiket Gala Premier-nya. Kebetulan Gramedia PIM yang searah dengan jalur ke kantor menjadi salah satu toko yang ikutan promo ini, dan saya pun tanpa ragu mampir ke sana pagi-pagi dan beli bukunya (walau sebenarnya udah punya versi lamanya) daan... saya jadi orang ke-4 yang dapat tiketnya (dari 15 tiket yang tersedia). Gile, padahal saya datang jam 9 lewat dikit lho. Pas malnya baru buka!



Sunday, June 12, 2016

Thanks for the Memories


Pengarang: Cecelia Ahern
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2012
Halaman: 496


Mungkinkah transfusi darah membuatmu mendapatkan kenangan orang lain?

Sejak mengalami keguguran dan pendarahan hebat sehingga harus menerima transfusi darah, Joyce sering mengalami kejadian aneh. Ia seperti memiliki kenangan orang lain: anak perempuan berambut pirang, pria berkaki hijau, dan juga pengetahuan mengenai arsitektur Eropa kuno. Ia bahkan menguasai bahasa Latin!! Lalu, ada pula seorang pria yang tampak familier bagi Joyce, seorang pria Amerika yang tinggal di London, yang selalu membuatnya penasaran. Apakah dia pemilik ingatan yang akhir-akhir ini selalu menghantui Joyce?

Justin Hitchcock mengalami donor darah pertamanya karena rayuan seorang wanita yang ia sedang coba dekati. Sudah cukup lama menduda, Justin berharap bisa segera mendapatkan pengganti Jennifer, mantan istrinya. Dengan sarkasmenya, Justin berharap suatu hari akan ada orang yang berterima kasih atas sumbangan darahnya. Berikutnya, keanehan mulai terjadi. Dia berulang kali bertemu wanita misterius berambut pendek yang tampak familier. Lalu paket-paket ucapan terima kasih rahasia mulai bermunculan. Siapa sebenarnya wanita itu?

Apakah takdir memang menghendaki agar Joyce dan Justin bersatu?

Tuesday, May 31, 2016

[BlogTour] Truly Love - Apa Pun selain Hujan

Pengarang: Orizuka
Penerbit: Gagasmedia
Tahun Terbit: 2016
Halaman: 287
Suara rintik yang menimpa genting membuat Wira membuka mata. Ia menatap nyalang langit-langit berwarna gading yang menjadi tameng antara dirinya dengan hujan. Dengan segera, ia kembali memejamkan mata, lalu menutupinya dengan punggung tangan.

Sering kali, Wira berharap bisa tinggal di suatu tempat di mana hujan tidak pernah turun.

Wirawan Gunadi pindah ke Malang dengan sebuah trauma. Sembilan bulan sebelum pindah ke rumah neneknya dan berkuliah Teknik Sipil di Universitas Brawijaya, ia membunuh sahabatnya. Faiz meninggal di arena pertandingan taekwondo setelah tendangan Wira bersarang di kepala Faiz. Saat itu, hujan turun lebat dan itu adalah kali terakhir Wira melihat sahabatnya.

Wira menutup diri; ia merasa tidak pantas berteman dengan siapa pun lagi. Ia selalu menolak ajakan bermain futsal oleh teman-temannya. Ia juga melupakan taekwondo. Namun demikian, ketika ia bertemu Kayla dan secara tak sengaja malah mengurus anak kucing bersama, masa lalunya yang kelam yang sudah ia kubur dalam-dalam kembali menuntut untuk muncul kembali ke permukaan. Kayla adalah taekwondoin, dan tempat merawat Sarang, si anak kucing, adalah di markas UKM taekwondo Universitas Brawijaya. Kayla, yang tahu bahwa Wira juga seorang taekwondoin, mengajak Wira untuk berlatih kembali, bahkan setelah Kayla akhirnya mengetahui masa lalu Wira. Namun, bisakah Wira kembali ke olahraga yang sangat dicintainya itu dan mewujudkan impiannya sejak dulu, meski tahu bahwa Faiz, sahabatnya, telah kehilangan impian yang sama? 

Mungkin, seharusnya, Wira tidak pernah menyambut uluran tangan itu. Atau mungkin, seharusnya, Wira tidak pernah berusaha melupakan Faiz. Sahabatnya itu tidak punya salah yang membuatnya harus dilupakan. Wira seharusnya mengingatnya, mengingat bagaimana sahabatnya itu tidak bisa lagi berdiri di matras ini sepertinya, mengingat kalau dirinyalah yang membuatnya begitu.

Monday, May 23, 2016

On the Fence


Author: Kasie West
Publisher: HarperTeen
Year Published: 2014
Pages: 296


For sixteen-year-old Charlotte Reynolds, aka Charlie, being raised by a single dad and three older brothers has its perks. She can outrun, outscore, and outwit every boy she knows—including her longtime neighbor and honorary fourth brother, Braden. But when it comes to being a girl, Charlie doesn't know the first thing about anything. So when she starts working at chichi boutique to pay off a speeding ticket, she finds herself in a strange new world of makeup, lacy skirts, and BeDazzlers. Even stranger, she's spending time with a boy who has never seen her tear it up in a pickup game.

To cope with the stress of faking her way through this new reality, Charlie seeks late-night refuge in her backyard, talking out her problems with Braden by the fence that separates them. But their Fence Chats can't solve Charlie's biggest problem: she's falling for Braden. Hard. She knows what it means to go for the win, but if spilling her secret means losing him for good, the stakes just got too high.

Friday, May 20, 2016

Being Sloane Jacobs


Author: Lauren Morrill
Publisher: Ember (randomhouseteens.com)
Year published: 2014
Pages: 330


Meet Sloane Emily Jacobs: a seriously stressed-out figure-skater from Washington, D.C., who choked during junior nationals and isn’t sure she’s ready for a comeback. What she does know is that she’d give anything to escape the mass of misery that is her life.

Now meet Sloane Devon Jacobs, a spunky ice hockey player from Philly who’s been suspended from her team for too many aggressive hip checks. Her punishment? Hockey camp, now, when she’s playing the worst she’s ever played. If she messes up? Her life will be over.

When the two Sloanes meet by chance in Montreal and decide to trade places for the summer, each girl thinks she’s the lucky one: no strangers to judge or laugh at Sloane Emily, no scouts expecting Sloane Devon to be a hero. But it didn’t occur to Sloane E. that while avoiding sequins and axels she might meet a hockey hottie—and Sloane D. never expected to run into a familiar (and very good-looking) face from home. It’s not long before the Sloanes discover that convincing people you’re someone else might be more difficult than being yourself.


Tuesday, April 19, 2016

Saint Anything


Author: Sarah Dessen
Publisher: Penguin Random House UK
Year Published: 2015
Pages: 417

Sydney had always been the least priority in her family. Her big brother, Peyton, had always gotten their parents' attention. Peyton, who was more cheerful, active, and later caught in never ending troubles which made him had to go to jail. Sidney, the one who was always calm, smart, and obedient, never made a scene in their family, thus, her parents didn't feel the need to look after Sydney.

I was used to being invisible. People rarely saw me, and if they did, they never looked close. I wasn’t shiny and charming like my brother, stunning and graceful like my mother, or smart and dynamic like my friends. That’s the thing, though. You always think you want to be noticed. Until you are. 

After all Peyton's problems--which left so many questions to her and her family, Sydney had to move school. Not only because she wanted to stay away from people who had already known Peyton's problem but also because of financial matter. There, at her new school, she met the Chathams: Layla, Mac, and their mother. With the Chathams, Sydney felt "visible". The Chathams were very warm and really saw her as herself, unlike her parents.

“As I shut the door and started to walk away, I heard him say, "Hey. Sydney."
"Yeah?"
"You had on a shirt with mushrooms on it, and your hair was pulled back. Silver earrings. Pepperoni slice. No lollipop."
I just looked at him, confused. Layla was walking toward us now.
"The first time you came into Seaside," he said. "You weren't invisible, not to me. Just so you know.” 

One thing that Sydney wanted was to meet the boy whom Peyton hit, to really know him and to say sorry. But her mother became very protective toward Peyton and thought that that was a very bad idea. And finally, after so long being invisible, Sydney finally became visible to her mother; not as the good girl Sydney but the problem child Sydney. And finally, Sydney realized what had made Peyton change: their parents.

Thursday, November 12, 2015

Blog Tour: Over the Rain

Halo teman-teman!!!!

Gimana? Udah ikutin rangkaian blog tour Over the Rain? Udah kenal Asri Tahir lebih dekat? Udah baca bukunya belum? Yang baru baca di Wattpad doang sih rugi deh kalo sampe nggak baca bukunya juga. Soalnya cerita di buku ini jauh lebih seru dan lengkap (serius, saya baca naskah Wattpad dan buku finalnya soalnya :))

Buat yang belum beli dan baca bukunya, naaah... sekarang kesempatan terakhir kamu untuk memenangkan buku ini di rangkaian blog tour-nya. Namun sebelumnya saya mau review bukunya dulu ya.



Over the Rain + Langit Malam
Pengarang: Asri Tahir
Penerbit: Elex Media
Tahun Terbit: 2015
 Halaman: 227 + 142

Bulan kini menjanda. Perselingkuhan yang dia lakukan membuahkan perceraian. Ia kini kehilangan suami, hak asuh atas Bumi--anaknya, serta kebahagiaan pernikahan yang telah ia miliki selama lima tahun. Semua berganti penyesalan tiada henti.

Sebelumnya, Bulan memang tidak pernah mencintai Reza, suaminya. Ia setuju menikah dengan Reza hanya untuk melupakan Bintang, sahabat sekaligus cinta pertamanya semasa sekolah, yang mendadak hilang. Ketika Bintang kembali secara mendadak juga bertahun-tahun kemudian, Bulan tak kuasa melepaskan masa lalunya walau kini ia telah memiliki suami dan anak. Namun, percintaan dengan Bintang tidak membawa kebahagiaan bagi Bulan. Bulan didera perasaan bersalah. Kini, ia hanya bisa menanggung dosa yang dilakukannya.

Persoalan menjadi bertambah rumit ketika Bulan mengetahui dirinya mengandung. Anak siapa yang dikandungnya? 

Monday, November 2, 2015

The Chapel Wars

Author: Lindsey Leavitt
Publisher: Bloomsbury
Year Published: 2014
Pages: 294


Lenore: A $500 savings bond
James: A leather bomber jacket
Mom: An antique writing desk
Secretary Donna: An heirloom watch
Minister Dan: Grandpa's saxophone
Dad: Grandpa's decked-out golf cart

"Finally, I leave my granddaughter, Holly Evelyn Nolan, pause for dramatic effect." The lawyer furrowed his brow and read the line again to himself. "Oh, sorry. I think he was telling me to pause. Okay, I leave my granddaughter, Holly Evelyn Nolan"--this time he did pause, and it was clear he'd been in a courthouse once or twice and knew his pauses--"the Rose of Sharon Wedding Chapel. This place is all yours, Holly Bean. Now, keep me in business."

16-year-old Holly was her grandfather's favorite granddaughter. But nothing can surprise her more than receiving a wedding chapel in Las Vegas from her late grandfather. Not to mention that it was almost broke. Running a wedding business is definitely not a teenager's business. But because her beloved grandfather has told her so, Holly has no other choice than to find a way to keep the business running.

Along with the testament is a letter Holly must deliver to Dax Cranston, a grandson of Holly's grandfather's nemesis, Victor Cranston, who is the owner of Cupid's Dream, a wedding chapel located next to Rose of Sharon--the chapels even share the parking lot! Victor definitely wants Rose of Sharon to be closed down, so Holly doesn't understand why her grandfather wanted her to meet and give the letter to Cranston's grandson. But Dax is not like his grandfather... and suddenly Dax is everywhere in Holly's life. 

Fallen in love with the enemy is absolutely not a choice to be taken. But Holly can't resist Dax's cuteness and his presence around her. In this Romeo and Juliet Wedding Chapel War's version, will there be a happy ending for Holly... and Dax?

Wednesday, October 28, 2015

How to Say I Love You Out Loud


Author: Karole Cozzo
Publisher: Swoon Reads
Year Published: 2015
Pages: 217

Jordyn Michaelson has never been the center of attention in her family; it has always been her younger brother, Phillip, who is autistic. Not that Jordyn envies Phillip. In fact, she really loves her brother. It's just that sometimes, being together with Phillip is too much to handle.

In her old school, everybody knew Jordyn as Phillip's older sister and there were times when the kids were very mean to her because of that. Now, in her new school, when finally she's able to go to different school with Phillip, Jordyn finally gets what she has always wanted: being known as herself. She's never talked to anyone about her brother, including to Alex, her crush who is also her boy friend.

It was last year's summer when Jordyn and Alex became close and finally shared a romantic kiss. But the fact that Jordyn has a secret, pulled her from him. After that, they decided that they would be nothing more but friends--which is quite nice until... Alex suddenly hooks up with the school's most popular and the bitchiest girl, Leighton, and makes Jordyn suffers. And what makes her suffer more is the fact that the special school Phillips has been attended to is closing and now, Phillip has to temporary go to Jordyn's high school until the government finds the new place for him. Jordyn is afraid that people at school would find out who Phillip is and destroy Jordyn's life as before. Counting the days until Phillip finally moves to his new school, Jordyn tries hard to cover the fact about her family.

Saturday, October 24, 2015

Perempuan-perempuan Tersayang

Pengarang: Okke 'Sepatumerah'
Penerbit: Gagasmedia
Tahun Terbit: 2015
Halaman: 274

Fransinia memiliki cita-cita yang tinggi dan peluang karir yang sangat terbuka lebar di depannya, di Jakarta. Walau berasal dari kota kecil SoE di Nusa Tenggara Timur, keenceran otaknya telah membawanya meraih beasiswa SMA lalu kuliah lalu lulus dengan nilai memuaskan di Jakarta. Kini, ia sedang berusaha mendapatkan pekerjaan di Admazing, biro iklan favorit yang sudah menjadi incarannya sejak lama.

Fransin juga memiliki kekasih, Banyu, yang memiliki impian sama dengan Fransin. Bedanya, Banyu kini sudah lebih dulu menapaki jalan menuju mimpinya. Dan Banyu sangat menginginkan Fransin segera mengikutinya.

Semua berubah ketika Fransin mendapati adik perempuannya yang masih SMA, Sherly, yang dititipkan kepadanya oleh keluarga, hamil. Mau tak mau, Fransin harus memberi tahu kakak tertuanya, Olivianus. Olivianus marah besar dan menyuruh Sherly dan Fransin pulang ke SoE sampai Sherly melahirkan. Awalnya Fransin menolak karena ia sedang menunggu panggilan interviu dari beberapa agency--dan terutama Admazing. Namun, Olivianus yang keras dan tak mudah ditentang, memaksanya. Maka dengan kesal, Fransin pun pulang ke SoE.

Tak ada hari dilalui tanpa rasa kesal di hati Fransin. Sherly ngambek setelah Olivianus menghajar Radya, kekasihnya, dan mengusir cowok SMA itu pergi. Olivianus begitu keras kepala dan tak mau peduli impian Fransin. Fransin tak tahu harus berbuat apa di kota kecil itu. Ia sudah terbiasa hidup di kota besar yang sibuk macam Jakarta. Fransin ingin pergi, tapi ia tidak dapat melihat keluarganya hancur, dan terutama melihat Mamatua yang sudah sakit-sakitan semakin menderita karenanya.

Benarkah kepulangannya hanya membawa kesengsaraan? Ataukah ada kebahagiaan yang sedang menunggu di sana?

Monday, September 21, 2015

Blog Tour - Segenggam Daun di Tepi La Seine


Pengarang: Wuwun Wiati
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2015
Halaman: 298

Ajeng membuat keputusan besar ketika ia akhirnya pindah ke Paris untuk mencoba hidup bersama kekasihnya, Yves, yang berkewarganegaraan Prancis. Ia ingin melangkah lebih maju dalam hubungannya dengan kekasih yang pertama kali ditemuinya ketika berada di Thailand dulu. Walau tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan masih tabu di Indonesia, toh izin Bapak sudah dikantonginya. Selain itu, Yves adalah pria yang sopan dan sangat menghargai Ajeng sehingga tidak akan memaksa Ajeng berbuat sesuatu yang tidak disukainya.

Kehidupan di Prancis sungguh berbeda dengan Indonesia. Di sana, semua serbateratur dan disiplin. Tak heran, Yves begitu kaku—walau baik hati dan jelas mencintai Ajeng. Namun demikian, Prancis juga menjunjung tinggi kebebasan individu. Berdebat di meja makan sambil menikmati makan malam bersama keluarga adalah hal yang lumrah. Begitu pula kumpul kebo dan bertukar pasangan dengan orang lain. Semakin Ajeng tinggal di Paris dan bertemu orang-orang di sana, semakin Ajeng terpukau dengan kota paling romantis di dunia ini.

Setelah akhirnya Yves melamar Ajeng dengan cara yang romantis, Ajeng memasuki tahap persiapan pernikahan. Sesuatu yang seharusnya menyenangkan, seandainya saja Ajeng tidak bimbang dan terus teringat nasib kedua orangtuanya yang bercerai. Selain itu, masalah secara beruntun terjadi dalam masa persiapan itu, mulai dari sakitnya Bapak, kemunculan kembali Mama, dan juga... Alain.

Alain adalah sahabat Yves sejak kecil. Namun demikian, kepribadian mereka sangat bertolak belakang. Jika Yves mencerminkan warga Prancis yang konservatif dengan hidupnya yang teratur dan kaku, maka Alain mencerminkan sisi liberal warga Prancis: hidupnya bebas dan ia benci ikatan dengan siapa pun. Namun, dengan Ajeng, Alain merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan pada orang lain. Demikian pula Ajeng. Alain membawanya ke dunia yang lain yang penuh warna-warni yang belum pernah ia nikmati sebelumnya. Namun, bagaimana dengan hubungannya dengan Yves?