Showing posts with label Winna Efendi. Show all posts
Showing posts with label Winna Efendi. Show all posts

Saturday, May 23, 2015

Truth or Dare


Pengarang: Winna Efendi dan Yoana Dianika
Penerbit: Gagasmedia
Tahun terbit: 2012
Halaman: 302

Alice dan Catherine--atau Al dan Cat--adalah sepasang sahabat bertolak belakang sifat. Al adalah seorang anak pendiam, terlihat rapuh, dan selalu menjadi objek bullying di sekolahnya. Cat sebaliknya; berpendirian kuat dan tidak peduli penilaian orang, selalu melindungi Al. Mereka berjanji akan selalu bersama dan di waktu senggang hobi bermain Truth or Dare, di mana Al pasti memilih Truth dan Cat Dare.

Suatu hari, persahabatan mereka bertambah dengan hadirnya seorang siswa pertukaran pelajar dari Indonesia, Julian Danuwijaya. Dengan cepat, Al dan Cat menjadi akrab dengan Julian yang jago sulap, supel, dan entah mengapa mengerti cara menghadapi baik Al maupun Cat secara pribadi. Tanpa disadari, tumbuh perasaan suka kepada Julian dalam hati Al dan Cat.

Akankah Julian menyukai salah satu dari mereka dan memilih salah satu dari mereka? Apakah itu lebih penting dibanding menjaga persahabatan Al dan Cat yang terancam rusak selamanya?

Friday, January 2, 2015

Happily Ever After


Pengarang: Winna Efendi
Penerbit: Gagasmedia
Tahun terbit: 2014
Halaman: 356

Lulu adalah seorang putri di negeri dongeng. Setidaknya, itulah yang ia rasakan di rumah. Hidup di bagian teratas rumah kayu ciptaan ayahnya yang seorang tukang kayu/arsitek dan dibesarkan dalam dongeng-dongeng dunia yang memikat seperti Beauty and the Beast, The Little Mermaid, dan sebagainya. Sayang, kehidupan di sekolah tidak seindah di rumah. Sahabat baiknya, Karin, tiba-tiba berubah dan berbalik memusuhinya. Karin yang dulu sama-sama kutu buku, kini menjelma cantik, merebut pacar Lulu, Ezra, dan selalu menjahati Lulu. Anak-anak lain juga gemar mengerjai Lulu, menyebutnya Lucifer atau Penyihir. Di sekolah, Lulu lebih senang menyendiri. Hanya pada ayahnyalah Lulu mendapatkan kekuatan dan kehangatan, untuk melupakan segala kejadian buruk di sekolah.

Suatu hari, ayah Lulu jatuh sakit. Kanker hati. Hari-hari Lulu kemudian diwarnai oleh kunjungan ke rumah sakit. Kecemasan membayangi keluarga Lulu. Ayahnya yang dulu selalu menjadi pelindungnya, memberikan kehangatan lewat pelukan dan cerita-ceritanya, kini justru membutuhkan perhatian dari Lulu dan ibunya. Lulu dituntut untuk kuat demi ayahnya.

Di rumah sakit, Lulu bertemu dengan seorang anak lelaki botak, kurus, namun sangat ceria dan memiliki semangat hidup tinggi. Eli namanya. Eli menderita tumor otak stadium dini. Dengan cepat, keduanya menjadi akrab. Eli mengajak Lulu menjelajahi rumah sakit dan berkenalan dengan anak-anak penderita kanker. Eli gemar membuat bucket list, atau daftar keinginan untuk dipenuhi suatu hari nanti. Eli juga gemar mengabadikan semangat hidup orang-orang di sekitarnya melalui foto polaroid. Lulu menemukan kekuatan baru melalui diri Eli, kekuatan untuk menghadapi cobaan yang sedang menimpanya.

Hari-hari berlalu. Keadaan ayah memburuk. Harapan semakin menipis. Lulu semakin ketakutan. Dan Lulu juga takut kalau suatu hari Eli, yang perlahan-lahan semakin disayanginya, juga akan meninggalkannya. Tidak adakah kebahagiaan untuk Lulu?