Showing posts with label Historical Fiction. Show all posts
Showing posts with label Historical Fiction. Show all posts

Wednesday, July 15, 2015

Out of the Easy

Author: Ruta Sepetys
Publisher: Speak
Year published: 2013
Pages: 346

Josie Moraine was a daughter of a prostitute named Louise. She had never known her father and her name was based on a popular madam's name. But not like her mother, Josie was a smart and strong-willed girl so that when her mother decided to join Willie's brothel in French Quarter, New Orleans, Josie easily caught Willie's eyes and quickly became the apple of her eye.

Ten years after, Josie had transformed to become a beautiful, clever and independent 17-year-old young woman. She lived in a bookstore owned by the Marlowe family and worked there while in the morning, she did cleaning at Willie's. However, Josie's dream was to leave New Orleans and pursue a higher education--a dream which everyone laughed at.

One day, she met a guy named Forrest Hearne, a star football player. Surprisingly, Mr. Hearne understood Josie's dream and encouraged her to pursue it. The encounter left deep impression to Josie
so that she was very surprised when she found out that Mr. Hearne had been killed not long after that. What surprised Josie more was the fact that she found Mr. Hearne's watch in her mother's room. Josie thought that maybe her mother and her boyfriend, a mafia named Cincinnati, had something to do with the murder.

Josie was now caught between the murder investigation which could ruin the business in French Quarter, the possibility that she herself would be suspected, and her dream of going to college and leave New Orleans.


Sunday, April 26, 2015

Between Shades of Gray


Pengarang: Ruta Sepetys
Penerbit: Noura Books
Tahun Terbit: 2011 / 2014 (Terjemahan)
Halaman: 386

Pada tanggal 14 Juni 1941, tentara NKVD Rusia menangkap Lina dan keluarganya. Lithuania telah dikuasai oleh komunis Rusia, dan kini penduduk-penduduk Lithuania diciduk satu per satu. Lina beserta adik dan ibunya terpisah dari sang Ayah. Mereka lalu ditempatkan di gerbong kereta bersama-sama dengan masyarakat Lithuania yang lain untuk dibawa entah ke mana dan untuk apa.

Sesak.

Bau.

Kelaparan.

Ternyata itu hanya permulaan dari perjalanan penuh penderitaan yang harus dilalui Lina selama bertahun-tahun hidupnya.

Hari-hari Lina yang bahagia kini berganti dengan kesengsaraan. Betapa makanan menjadi barang yang mahal dan nyawa menjadi hal yang begitu mudah terenggut. Namun Lina terus berjuang untuk hidup, bersama adik dan ibunya, berharap suatu hari keluarga mereka bisa berkumpul kembali di rumah mereka di Lithuania.

Tuesday, February 24, 2015

Jejak Hati + Testimonial Toko Buku by Scoop


Pengarang: Farah Hidayati
Penerbit: Gagasmedia
Tahun terbit: 2014
Halaman: 257
Kalian bisa beli buku ini di TokoBuku by Scoop seharga Rp. 38.400

Melisa adalah keturunan dari keluarga saudagar permata dan perhiasan asal Banjar, walau kini keluarganya telah bermukim di Jogjakarta. Ia dikaruniai kemampuan melihat masa lalu benda-benda vintage hanya melalui sentuhan--sesuatu yang membuat Melisa jengah namun tak bisa ia hindari. Kini, ia bekerja sebagai arsitek junior di Aston Design. Ia memiliki sahabat bernama Ryan, yang juga keturunan Banjar. Tidak seperti Melisa yang hidupnya selalu diliputi hal-hal mistis, Ryan tidak percaya hal-hal seperti itu dan juga tradisi nenek moyangnya. Walau demikian, diam-diam Melisa menyukai Ryan, yang telah memiliki tunangan.

Suatu hari, Ryan menunjukkan sebuah cincin milik nenek buyut Ryan kepada Melisa; Ryan ingin melamar kekasihnya, Amanda, dengan cincin tersebut. Tanpa disengaja, cincin itu menyangkut di jari Melisa dan Melisa tidak dapat melepaskannya. Melisa lalu mendapatkan penglihatan. Seorang wanita indo bernama Anna menghantuinya.

Melisa dan Ryan kemudian ditugaskan ke sebuah proyek di Banjarmasin, kota tempat Ryan tumbuh dan dibesarkan. Karena penasaran, Melisa lalu meminta Ryan membawanya ke rumah keluarganya. Di sana, Melisa berkali-kali mendapatkan penglihatan yang  membahayakan jiwanya. Penglihatan yang juga membuat Melisa tahu kalau cincin itu mengandung kutukan yang membelit keluarga Ryan sejak abad yang lalu.

Wednesday, December 17, 2014

The Ghost Bride / Pengantin Arwah

Pengarang: Yangsze Choo
Penerbit: Qanita-Mizan
Tahun terbit: 2013 / terjemahan 2014
Halaman: 488

Pan Li Lan adalah putri tunggal keluarga Pan yang tengah menghadapi kebangkrutan. Setelah wabah cacar yang merenggut nyawa ibu Li Lan, ayah Li Lan menjadi ketergantungan candu. Li Lan tidak diperhatikan dan lebih banyak membaca buku ketimbang berdandan seperti gadis-gadis seusianya.

Suatu hari, ayah Li Lan mengutarakan maksud keluarga Lim untuk menikahkan Li Lan dengan almarhum putra mereka, Lim Tian Ching. Li Lan jelas menolak. Namun, Li Lan tidak bisa menolak undangan berkunjung ke mansion keluarga Lim. Di sana ia bertemu Madam Lim, ibu Lim Tian Ching, dan juga Tian Bai, yang tadinya Li Lan kira adalah pelayan rumah namun ternyata adalah sepupu Tian Ching sekaligus satu-satunya ahli waris keluarga Lim yang tersisa. Li Lan merasakan ketertarikan dengan Tian Bai dalam sekejap karena Tian Bai merupakan pemuda yang tampan dan pintar.

Sepulang dari mansion Lim, Li Lan mulai didatangi Lim Tian Ching dalam mimpi. Setiap kehadiran Lim Tian Ching dalam mimpi Li Lan membuat tubuh Li Lan semakin lemah. Li Lan tidak menyukai Tian Ching yang pemaksa. Dengan dibantu Amah, ia pun pergi menemui medium di kuil untuk mengusir Tian Ching. Medium memberikan obat untuk diminum. Sayang, Li Lan malah overdosis obat tersebut. Rohnya kini malah keluar dan tak bisa masuk kembali ke dalam tubuhnya.

Hidup sebagai roh, Li Lan malah terjerumus dalam petualangan yang tidak pernah ia sangka-sangka. Perjuangannya untuk membebaskan diri dari Lim Tian Ching dan untuk masuk kembali ke dalam tubuhnya membawanya ke Padang Arwah, menemui arwah-arwah keluarga Lim lainnya, dan juga mengorek masa lalu yang terjalin antara keluarga Lim dengan keluarga Pan. Selain itu, Li Lan juga bertemu penolongnya, Er Lang.

Bagaimana nasib Li Lan selanjutnya? Berhasilkah ia kembali ke tubuhnya?

Thursday, November 6, 2014

Kancing yang Terlepas

Pengarang: Handry T.M.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2011
Halaman: 450

Siaw Giok Hong adalah primadona Orkes Cina Tjahaja Timoer yang terkenal di kawasan pecinan Semarang pada tahun 1960-an. Ia adalah seorang yatim piatu yang tidak jelas asal-usulnya, namun sejak kecil diasuh dan dididik oleh Tek Siang, lelaki tua pemilik Orkes Tjahaja Timoer. Bukan hanya itu, Siaw Giok Hong secara tidak resmi juga menjadi pendamping hidup Tek Siang.

Suatu hari, teman lama Tek Siang yang seorang pengusaha, The Oen Kiat, menonton pertunjukan Giok Hong dan ingin melamar Giok Hong sebagai istri mudanya. Sayang, Oen Kiat keburu meninggal dunia sebelum mewujudkan keinginannya. Istri Oen Kiat kemudian ingin menjadikan Giok Hong, yang ia tahu sangat dikagumi si mendiang suami, istri anaknya, Zeng. Giok Hong pun diculik dan dibawa ke rumah rahasia keluarga The. Sayang, ternyata istri dan anak Oen Kiat pun sedang menjadi sasaran keluarga Oen Kiat lainnya, yang menginginkan harta peninggalan Oen Kiat. Kekacauan kembali terjadi dan Giok Hong pun menghilang bersama dengan habisnya anggota keluarga Oen Kiat.

Setahun kemudian, Orkes Tjahaja Timoer sudah tutup. Tek Siang sakit-sakitan merindukan Giok Hong. Tiba-tiba muncul seorang wanita yang mengaku bernama Boenga Lily dan melamar menjadi penyanyi di rumah makan Mei Wei milik Tan Khong Gie. Kehadiran Boenga Lily dan Timoer Laoet, sang pemain musik, segera menghidupkan kembali kehidupan warga pecinan. Boenga Lily kemudian mengaku adalah Giok Hong yang telah lama hilang. Tan berhasrat memperistri Lily, namun Tek Siang bertekad mendapatkan Lily kembali. Apa yang sebenarnya terjadi pada Giok Hong? Bagaimana mungkin Lily dan Giok Hong adalah orang yang sama sedangkan wajah dan suara keduanya sama sekali berbeda?

Sunday, August 24, 2014

Da Conspiracao

Pengarang: Afifah Afra
Penerbit: Afra Publishing
Tahun Terbit: 2012
Halaman: 632

1932

Setelah mengikuti kisah perjuangan Sekar di Belanda dan Everdine di Hindia Belanda dalam buku De Liefde, kali ini, pembaca dibawa mengikuti kisah Rangga Puruhita dalam pembuangannya di Ende, Nusa Tenggara Timur. Perjalanan Rangga tidaklah seenak Sekar yang mendapatkan fasilitas kelas satu. Sebaliknya, Rangga harus menderita selama di perjalanan, di tempat yang sempit di dalam kapal yang membawanya ke Ende. Selain itu, rumah yang ditempatinya pun sederhana, jauh dari keraton tempat tinggalnya dulu. Namun demikian, hasrat Rangga untuk menjadi orang yang berguna bagi orang sekitarnya masih sangat kuat. Di dekat tempat tinggalnya, tinggal seorang perempuan bernama Maria Dewi van Persie, anak angkat seorang pensiunan tentara Belanda yang kini menjadi pengajar anak-anak miskin, Johannes van Persie. Johannes van Persie menemukan Maria tertinggal di antara puing-puing bekas pembantaian pasukan Mari Longa di tahun 1907 dan memutuskan untuk merawatnya. Maria yang tumbuh menjadi wanita yang kuat, pintar, namun juga menyimpan semangat berkobar-kobar untuk memerdekakan rakyat Flores dari Belanda, bersama tunangannya sedari kecil, Mari Nusa.

Di lain pihak, terdapat Tan Sun Nio, seorang gadis berdarah Tionghoa yang pindah dari Semarang ke Ende setelah mendapatkan warisan usaha kakaknya, yang meninggal dunia tak lama setelah Tan Sun Nio sampai di Ende. Sang kakak ternyata juga mendapatkan banyak uang dari hasil berdagang candu. Terbakar amarah dan keinginan membalas dendam kematian kakaknya kepada Mari Nusa--yang diduga membunuh Tan  Seng Hun--Tan Sun Nio memutuskan bekerja sama dengan bajak laut yang sangat ditakuti, Djanggo Da Silva. Sebagai ganti keamanan dalam berdagang dan informasi mengenai Mari Nusa, Tan Sun Nio bersediam membayar sejumlah besar uang kepada bajak laut Elang Timur milik Djanggo Da Silva. Selain berbisnis opium, Tan Sun Nio juga terkenal sebagai lintah darat karena kerap memeras nelayan miskin dengan memberikan pinjaman yang tak mungkin dapat dikembalikan oleh para nelayan miskin.

Pertemuan pertama Rangga dan Tan Sun Nio tidak meninggalkan kesan yang baik, karen Tan Sun Nio dengan licik ingin menjebak Rangga. Namun, siapa sangka jika berikutnya, ternyata takdir mereka saling bertautan. Rangga tak sengaja terseret dalam perjuangan kemerdekaan rakyat Flores pimpinan Mari Nusa. Tan Sun Nio ternyata dikhianati oleh orang kepercayaannya, yang ternyata juga menjadi bagian dari gerakan kemerdekaan yang menyeret Rangga. Dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri, apa sesungguhnya motif dari masing-masing pejuang di dalamnya?

Monday, July 7, 2014

De Liefde (De Winst #2)


Pengarang: Afifah Afra
Penerbit: Afra Publishing
Tahun Terbit: 2010
Halaman:454

Setelah putusan externeering yang jatuh kepada Sekar Prembayun dan interneering kepada Rangga Puruhita, Sekar kini berada di Belanda. Namun, karena lagi-lagi "membuat ulah", ia harus pindah dari kota Leiden menuju Den Haag untuk tinggal bersama saudaranya, RM Garendi, yang gaya hidupnya sudah kebarat-baratan. Hal ini, tentu saja, bertujuan untuk membuat Sekar terlena dengan suasana Belanda yang serba nyaman sehingga dapat melupakan perjuangannya di Hindia Belanda. Garendi membawa Sekar untuk tinggal di rumah Sophie, kenalannya, di Paleis de Liefde yang megah.

Pada awalnya, Sekar mengira bahwa Garendi telah kumpul kebo dengan seorang gadis Belanda bernama Sophie Reynierse. Toh, itulah yang selalu dikatakan keluarganya. Ternyata, dugaan Sekar salah. Garendi justru bekerja pada ayah Sophie, Joseph Reynierse, yang seorang pengusaha. Sophie sendiri adalah seorang wanita modern yang bekerja sebagai wartawan di The Woman Tribune dan cukup kritis terhadap pemerintahan Belanda.

Suatu hari, Sophie pulang dengan membawa seorang wanita desa yang jelas-jelas memiliki darah Hindia Belanda. Ia tengah mengandung. Nama wanita itu Roesmini van de Brand. Berdasarkan cerita Roesmini, Sophie dan Sekar mengetahui kalau Roesmini kabur dari rumah bordil De Lente. Yang mengagetkan, ternyata ayah kandung Roesmini, Daalen van de Brand, adalah yang menjerumuskan Roesmini. Roesmini ingin pulang ke Hindia Belanda dan bertemu ibunya kembali.

Sementara itu, di Hindia Belanda, Everdine yang harus ditinggal suaminya, Rangga Puruhita, telah berkarir sebagai pengacara pribumi. Beberapa kasus telah ia menangkan, dan yang terakhir malah dirinya berhasil memenangkan seorang pribumi dari pihak lawan yang berkebangsaan Belanda. Namun kini, ia harus berhadapan dengan seorang perempuan gila yang mengira Everdine ada hubungan dengan seorang Belanda bernama van de Brand. Setelah wanita gila bernama Rinnah itu lumayan sadar, Rinnah pun bercerita mengenai masa lalunya. Rinnah adalah seorang Nyai dari Daalen van de Brand, kakak kandung seorang pejabat Belanda, Richard van de Brand. Ia ingin Everdine membantunya mendapatkan kembali putrinya, Roesmini, yang kini berada di tangan sang ayah di negeri Belanda. Everdine pun tergerak untuk membantu. Namun, bahaya besar menghadang. Selain dicap sebagai wanita Belanda yang berkhianat, ia pun harus berurusan dengan pemerintah Belanda yang sepertinya ingin melenyapkannya.

Bagaimana kisah Sekar dan Everdine selanjutnya? Berhasilkah Sekar dan Everdine mempertemukan sepasang ibu dan anak yang terpisah lautan?

Wednesday, April 9, 2014

De Winst

Pengarang: Afifah Afra
Tahun terbit: 2008
Halaman: 336

Raden Mas Rangga Puruhita Suryanegara kembali ke Solo, tanah kelahirannya, setelah studi di negeri Belanda selama 8 tahun. Namun sebelumnya, dalam perjalanannya kembali, di kapal, ia bertemu sosok wanita Belanda cantik dan pintar serta calon pengacara yang mengajaknya berdiskusi mengenai berbagai hal. Everdine Kareen Spinoza, nama gadis yang dengan cepat menarik hati Rangga itu. Sayang, mereka harus berpisah. Kareen ke Bandung, Rangga ke Solo.  Sebelum berpisah, Kareen memberikan jam horloge kepada Rangga sedangkan Rangga memberikan cundrik keluarganya kepada Kareen.

Di Solo, Rangga telah dipersiapkan Sang Rama alias KGPH Suryanegara, seorang pangeran keraton Solo, untuk bekerja di pabrik gula milik bangsa Belanda, De Winst. Sang Rama adalah pemilik sebagian saham De Winst dan mengharapkan bahwa dengan masuknya Rangga ke perusahaan itu, maka kesejahteraan buruh-buruh pribumi akan dapat terangkat. Selain itu, Rangga juga kembali diperhadapkan dengan perjodohan yang telah diatur sejak kecil, dengan sepupunya, RR Sekar Prembayun.

RR Sekar Prembayun telah tumbuh menjadi wanita yang cantik namun keras kepala. Mulutnya ketus dan tingkah lakunya liar untuk ukuran putri-putri Solo. Ia adalah pendukung pergerakan nasional dan memandang rendah Rangga yang dinilainya sebagai pribumi antek Belanda--bersekolah di Belanda bukan untuk kemajuan bangsanya melainkan untuk kesejahteraan dirinya semata. Belakangan, Rangga mengetahui kalau Sekar memiliki hubungan dengan para pribumi yang dengan giat melawan kesemena-menaan pabrik De Winst dan Belanda, Kresna dan Pratiwi.

Rangga sebenarnya ingin membela bangsanya, namun dengan cara yang berbeda dari Sekar. Menurutnya, agar bisa maju, yang dibutuhkan bangsanya bukan hanya kemerdekaan secara politis namun juga kemerdekaan secara ekonomi. Dan itulah yang diperjuangkan Rangga melalui keberadaannya di De Winst. Sayangnya, jalan tidak selamanya mulus. Pimpinan De Winst yang murah hati, Edward Biljmer, harus kembali ke Belanda dan digantikan oleh seorang Belanda angkuh dan otoriter bernama Jan Thissje, yang tak lain adalah suami Everdine Kareen Spinoza. Selain melawan kesemena-menaan Jan Thissje, Rangga pun harus melawan patah hatinya terhadap Kareen.

Bagaimana kelanjutan perjuangan Rangga dalam membela bangsanya?

Friday, April 4, 2014

Kei

Pengarang: Erni Aladjai
Penerbit: Gagasmedia
Tahun Terbit: 2013
Halaman: 250

Kisah Kei dibuka pada bulan November 2001, ketika Namira hendak pulang ke kampung halamannya di Kepulauan Kei dari Makassar. Dua tahun sebelumnya, ia terpaksa mengungsi ke Makassar setelah kerusuhan antarumat beragama yang berasal dari Ambon, pecah di kampung halamannya. Kini, ia rindu untuk kembali ke tanah kelahirannya dan juga untuk menemui orang-orang yang ia sayangi di sana.

Ain ni ain manut ain mehe ni tilur, wuut ain mehe ni ngifun -- kita semua bersaudara, kita adalah telur-telur yang berasal dari ikan yang sama dan seekor burung yang sama pula.

Sebelum kerusuhan tahun 1999, penduduk Kei adalah penduduk yang hidup dalam damai dan toleransi. Walau penduduknya terbagi dalam tiga agama besar: Islam, Katolik, dan Kristen, semua dapat hidup berdampingan karena memegang teguh adat bahwa semuanya bersaudara. Namira, yang beragama Islam, juga percaya hal itu. Sahabatnya, Mery, adalah pemeluk agama Katolik. Ketika kerusuhan melanda Kei, sebenarnya tidak ada yang tahu siapa yang memulai dan kenapa. Kerusuhan itu adalah buntut dari kerusuhan yang terjadi lebih dulu di Ambon, dan juga terlebih dahulu terjadi di Jakarta, ibu kota Indonesia. Pada saat itu terbagi dua kelompok: Kelompok Merah (Kristen) dan Putih (Islam) yang saling membantai dan juga membantai penduduk di kampung-kampung di Kei yang sebelumnya damai. Namira terpisah dari ibunya dan mengungsi ke Langgur. Di sana, ia bertemu Sala, seorang pemuda Kristen yatim piatu yang juga mengungsi dari desa Watran dan kini membantu para pengungsi lainnya.

Di Langgur, Namira dan Sala seperti mendapatkan saudara. Dengan mudah mereka menjadi dekat dan menjalani hari-hari di pengungsian dengan penuh optimisme. Mereka kemudian jatuh cinta dan, tanpa memedulikan perbedaan agama, Sala melamar Namira. Namun, kerusuhan akhirnya mencapai Langgur. Namira, yang mengungsi ke tempat Mery di Evu, terpaksa berpisah dengan Sala yang tinggal di Langgur. Hari-hari penuh ketakutan kembali mencekam. Pada akhirnya, kerusuhan juga sampai ke Evu, dan lagi-lagi Namira terpaksa mengungsi ke Makassar, meninggalkan tanah kelahirannya, kerabat, dan Sala.

Dua tahun kemudian, kerusuhan di Kei sudah mereda. Berhasilkah Namira pulang ke pelukan orang-orang yang ia cintai?