Showing posts with label Happily Ever After. Show all posts
Showing posts with label Happily Ever After. Show all posts

Friday, January 2, 2015

Happily Ever After


Pengarang: Winna Efendi
Penerbit: Gagasmedia
Tahun terbit: 2014
Halaman: 356

Lulu adalah seorang putri di negeri dongeng. Setidaknya, itulah yang ia rasakan di rumah. Hidup di bagian teratas rumah kayu ciptaan ayahnya yang seorang tukang kayu/arsitek dan dibesarkan dalam dongeng-dongeng dunia yang memikat seperti Beauty and the Beast, The Little Mermaid, dan sebagainya. Sayang, kehidupan di sekolah tidak seindah di rumah. Sahabat baiknya, Karin, tiba-tiba berubah dan berbalik memusuhinya. Karin yang dulu sama-sama kutu buku, kini menjelma cantik, merebut pacar Lulu, Ezra, dan selalu menjahati Lulu. Anak-anak lain juga gemar mengerjai Lulu, menyebutnya Lucifer atau Penyihir. Di sekolah, Lulu lebih senang menyendiri. Hanya pada ayahnyalah Lulu mendapatkan kekuatan dan kehangatan, untuk melupakan segala kejadian buruk di sekolah.

Suatu hari, ayah Lulu jatuh sakit. Kanker hati. Hari-hari Lulu kemudian diwarnai oleh kunjungan ke rumah sakit. Kecemasan membayangi keluarga Lulu. Ayahnya yang dulu selalu menjadi pelindungnya, memberikan kehangatan lewat pelukan dan cerita-ceritanya, kini justru membutuhkan perhatian dari Lulu dan ibunya. Lulu dituntut untuk kuat demi ayahnya.

Di rumah sakit, Lulu bertemu dengan seorang anak lelaki botak, kurus, namun sangat ceria dan memiliki semangat hidup tinggi. Eli namanya. Eli menderita tumor otak stadium dini. Dengan cepat, keduanya menjadi akrab. Eli mengajak Lulu menjelajahi rumah sakit dan berkenalan dengan anak-anak penderita kanker. Eli gemar membuat bucket list, atau daftar keinginan untuk dipenuhi suatu hari nanti. Eli juga gemar mengabadikan semangat hidup orang-orang di sekitarnya melalui foto polaroid. Lulu menemukan kekuatan baru melalui diri Eli, kekuatan untuk menghadapi cobaan yang sedang menimpanya.

Hari-hari berlalu. Keadaan ayah memburuk. Harapan semakin menipis. Lulu semakin ketakutan. Dan Lulu juga takut kalau suatu hari Eli, yang perlahan-lahan semakin disayanginya, juga akan meninggalkannya. Tidak adakah kebahagiaan untuk Lulu?