Showing posts with label Sport. Show all posts
Showing posts with label Sport. Show all posts

Friday, May 20, 2016

Being Sloane Jacobs


Author: Lauren Morrill
Publisher: Ember (randomhouseteens.com)
Year published: 2014
Pages: 330


Meet Sloane Emily Jacobs: a seriously stressed-out figure-skater from Washington, D.C., who choked during junior nationals and isn’t sure she’s ready for a comeback. What she does know is that she’d give anything to escape the mass of misery that is her life.

Now meet Sloane Devon Jacobs, a spunky ice hockey player from Philly who’s been suspended from her team for too many aggressive hip checks. Her punishment? Hockey camp, now, when she’s playing the worst she’s ever played. If she messes up? Her life will be over.

When the two Sloanes meet by chance in Montreal and decide to trade places for the summer, each girl thinks she’s the lucky one: no strangers to judge or laugh at Sloane Emily, no scouts expecting Sloane Devon to be a hero. But it didn’t occur to Sloane E. that while avoiding sequins and axels she might meet a hockey hottie—and Sloane D. never expected to run into a familiar (and very good-looking) face from home. It’s not long before the Sloanes discover that convincing people you’re someone else might be more difficult than being yourself.


Sunday, July 5, 2015

The Sweetest Kickoff

Pengarang: Wiwien Wintarto
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2009
Halaman: 311


Farah Octaviany Perdana adalah cucu dari Samuel Perdana, seorang pengusaha kaya raya yang baru saja meninggal dunia. Farah yang manja, malas menggunakan otaknya, dan jetset banget dengan pergaulan kelas atasnya sama sekali tidak menyangka kalau almarhum kakeknya akan mewariskannya sebuah bisnis yang "nggak dia banget": bisnis sepak bola. Kakeknya menunjuk Farah sebagai pemilik baru dari Magelang FC, sebuah klub sepak bola profesional yang berlaga di Divisi II Liga Indonesia yang prestasinya mentok banget dan cuma menghambur-hamburkan uang perusahaan. 

Farah jelas pusing. Tapi di sisi lain, ada juga yang tidak kalah pusing dari Farah, yaitu Danu Mananta, mantan pemain timnas yang kini menjadi pelatih baru Magelang FC. Danu sudah memiliki prasangka buruk terhadap Farah dan hampir saja menolak menangani tim bermasa depan suram macam Magelang FC yang masa depannya tambah suram setelah Farah menjadi pemiliknya. Namun, kehadiran Achie, sepupu Farah yang cantik dan profesional yang selalu membantu dan membujuk Farah agar sepupu "liar"-nya itu mau menjalankan tanggung jawabnya, membuat Danu bertahan walau perdebatan sengit dengan Farah tentu bukan sesuatu yang dapat dia hindari dan membuatnya kesal setengah mati.

Di tengah perseteruan Farah dengan Danu dan juga ancaman degradasi Magelang FC, terselip pula kisah cinta Farah dengan seorang cowok alim yang sudah punya tunangan, Agus. Keadaan ini semakin membuat kondisi kacau balau, terutama setelah Agus menyusul Farah ke Magelang, markas Magelang FC berada. Di tengah kekacauan ini, berhasilkah Farah mengangkat prestasi Magelang FC? Apakah Farah benar orang yang tepat untuk pekerjaan semacam ini?


Friday, October 17, 2014

Mari Lari

Pengarang: Ninit Yunita
Penerbit: Gagasmedia
Tahun terbit: 2014
Halaman: 180

Rio adalah seorang lelaki dengan kepercayaan diri rendah dan selalu merasa hidupnya dipenuhi kegagalan. Sejak kecil, ia tidak pernah mampu menyelesaikan apa yang telah ia mulai. Ketika ia meminta pada ibunya untuk les piano, ia bahkan sudah kehilangan minat begitu piano barunya sampai di rumah. Les karatenya berhenti di tengah jalan. Kuliahnya berhenti dengan alasan salah jurusan, padahal ia kuliah di jurusan yang ia pilih sendiri.

Karena kesal, sang ayah yang mantan atlet lari nasional, Tio, mengusir Rio dari rumah. Rio lalu diberikan tempat tinggal di basement dealer mobil milik kawannya, Bayu. Rio bahkan dijadikan salesman di dealer tersebut. Namun lagi-lagi Rio mengecewakan Bayu. Ia kurang lihai menjual mobil. Ketidakpercayaan dirinya menghancurkan dirinya sendiri.

Semua berubah ketika Ibu meninggal dunia. Rio, yang sedang memulai kembali kuliahnya dan hendak masuk skripsi, mendapatkan suntikan semangat ketika membongkar album foto ayah dan ibunya ketika masih menjadi atlet lari. Rio bertekad untuk menjadikan lari sebagai passion-nya dan ia akan mengikuti Bromo Marathon, perlombaan lari yang seharusnya diikuti mendiang ibunya.

Berlari ternyata bukanlah olahraga yang mudah, tetapi kini Rio sudah sadar bahwa hidup adalah perjuangan, dan ada mendiang Ibu yang tidak boleh dikecewakan. Rio berusaha bangkit dan menjadi orang yang dapat dibanggakan dirinya dan orang tuanya. Namun cobaan kembali menghadang. Rio dihadapkan pada kesibukan karir di dealer mobil dan juga deadline skripsi. Ketiga hal tersebut sangat penting dan sangat menyita waktu. Kini Rio kembali ditantang oleh pertanyaan yang sama: mampukah ia menyelesaikan apa yang telah ia mulai?