Pengarang: Nina Ardianti & Mahir Pradana
Penerbit: Gagasmedia
Tahun terbit: 2015
Halaman: 469
Audy Astrawinata berada di Paris, Prancis. Berbekal itinerary impulsif dan bonus kantor plus pencairan depositonya, ia traveling keliling Eropa seorang diri. Namun ternyata berada di Prancis, negara yang berada jauh dari Jakarta dengan bahasa dan tradisi masyarakatnya yang jauh berbeda, membuatnya gentar juga. Apalagi ketika ia harus ketinggalan kereta ke Brussels, Belgia dan mengubah itinerary-nya untuk langsung ke Amsterdam, Belanda. Setelah urusan tiket beres, untuk mengisi jeda waktu, Audy memutuskan untuk menikmati Paris saja.
Di menara Eiffel, Audy bertemu sesama orang Indonesia bernama Ibi. Cowok yang tinggal di Jenewa, Swiss dan sedang ke Paris untuk meliput konferensi pers kesebelasan Paris Saint-Germain. Setelah Ibi "membantunya" mendapatkan gantungan kunci gratis dan foto-foto serta makan siang, Audy malah menghabiskan waktu di Paris bersama cowok itu.
Siapa sangka, saat yang harusnya menjadi perpisahan Audy dan Ibi malah menjadi awal mula traveling 14 hari mereka bersama di Eropa. Ibi memutuskan untuk mengikuti Audy keliling Eropa. Bukan itu saja, Ibi malah mengutak-atik itinerary Audy supaya perjalanan Audy lebih mudah dinikmati. Audy pun menikmati keberadaan Ibi, yang tentu akan membuat perjalanannya lebih mudah karena Ibi sudah lama tinggal di Eropa.
Amsterdam, Munich, Berlin, Praha, Venezia, Roma, Madrid, Barcelona, dan kemudian kembali ke Paris untuk berpisah. Banyak hal menarik terjadi selama perjalanan yang membuat Ibi dan Audy semakin dekat. Tapi, di saat itu juga, Ibi tak sengaja mengetahui kalau Audy membuat perjalanan ini untuk melupakan patah hatinya dari mantan pacarnya, Andra, sekaligus bertemu mantan pacarnya sebelumnya, Tirta, yang sedang kuliah di Munich. Ibi pun bukannya tidak menyimpan cerita di Jakarta, yang menjadi alasan tinggalnya di Jenewa.
Apakah kebersamaan singkat itu berarti banyak jika sejak awal tujuan akhir mereka ternyata tak sama?
