Showing posts with label Marry Now Sorry Later. Show all posts
Showing posts with label Marry Now Sorry Later. Show all posts

Monday, June 8, 2015

Blog Tour - Winner : Marry Now, Sorry Later

HUWAAAA!!!! Nggak berasa seminggu sudah lewat.. Keseruan blog tour Marry Now, Sorry Later sudah hampir berakhir.



Ada yang sudah baca novelnya? Atau masih nungguin peruntungan?

Langsung aja... untuk pemenang buku Marry Now, Sorry Later di Glasses and Tea adalah...

YULYANTI SEPTI
Akun twitter @ZULYA_KU

Selamat ya.

Silakan kirimkan data berupa nama lengkap, alamat, serta nomor telepon yang bisa dihubungi untuk keperluan pengiriman paket hadiah ke martina.s.daruli@gmail.com dengan subjek "Pemenang GA MNSL". Ditunggu secepatnya ya, supaya hadiahnya makin cepat sampai.

Buat yang belum menang, beli bukunya dong. Nggak rugilaaah... daripada penasaran. hehehe.

Tetap up date dengan Glasses and Tea ya, karena akan segera ada giveaway selanjutnya *tunjuk-tunjuk sidebar*


Monday, June 1, 2015

Blog Tour - Giveaway: Marry Now, Sorry Later

JENG JENG!!!

Sekarang tiba saatnya giveaway berhadiah 1 novel Marry Now, Sorry Later karangan Christian Simamora persembahan Penerbit Twigora.


Mau dapat novel bercover seksi yang lagi booming ini??

Yuk ikuti caranya:

  1. Kamu berdomisili di Indonesia dan sudah berusia dewasa (di atas 18 tahun)
  2. Punya akun twitter dan share tweet: Aku dong ikutan #giveaway #blogtour #MARRYNOWSORRYLATER di blognya @_marsh113_. Ikutan juga yuk! http://glasses-and-tea.blogspot.com/2015/06/blog-tour-giveaway-marry-now-sorry-later.html
  3. Tinggalkan komentar di pos sebelumnya dari blog tour ini, yaitu Interview dan Review. Komentar terkait isi pos ya, bukan jawaban untuk giveaway.
  4. Kasih tahu saya akun twitter kamu, link tweet kamu, dan nama yang kamu gunakan untuk komentar di komentar pos ini serta jawaban atas pertanyaan: "Kamu bakalan klepek-klepek kalau dikasih apa sama cowok/cewek yang lagi PDKT sama kamu?" --> ini bisa aja kamunya udah suka sama dia, bisa aja belum. Kali aja jawaban kamu menginspirasi seseorang?? hmmm... Baik kan sayaa??
  5. Untuk yang sudah diumumkan menjadi pemenang giveaway di blog host lain dalam periode giveaway di blog ini, kalian akan otomatis gugur. Kasih kesempatan untuk yang lain ya.
Lalu... Ini bukan syarat yang wajib dipenuhi, tapi kamu bisa follow blog ini lewat Google+, Networked Blogs, email atau facebook dengan memilih salah satu buttons di sidebar sebelah kiri untuk mengetahui update blog ini dan giveaway lainnya yang akan datang.

Giveaway berlangsung sampai tanggal 7 Juni 2015.
Daftar blog host dan pemenang giveaway-nya ada di SINI.

SEMOGA BERUNTUNG!


Blog Tour - Review: Marry Now, Sorry Later

Pengarang: Christian Simamora
Penerbit: Twigora
Tahun Terbit; 2015
Halaman: 435

PERHATIAN: BUKU DEWASA!!

Karena kondisi keuangan perusahaan keluarganya, Hardiansyah Electronics, yang nyaris bangkrut, Reina Hardiansyah, selaku ahli waris tunggal mendiang ayahnya, terpaksa menjalani kawin kontrak selama setahun dengan Jao Lee, pengusaha muda yang meminjamkan uangnya ke perusahaan tersebut. Reina sebenarnya tidak ingin menikah dengan Jao yang terkenal dingin dan tak berperasaan. Jadi, setelah upacara pemberkatan pernikahan mereka, Reina malah kabur.

Enam bulan kemudian, tak disangka, Jao berhasil menemukan persembunyian Reina di Bali dan menjemput "istri"-nya. Reina pun dipaksa menjalani hidup sebagai istri Jao di rumah Jao. Reina wajib menunjukkan kemesraan dengan Jao di hadapan masyarakat umum agar Jao bisa merebut hati calon partner dan klien yang sudah berusia lebih matang. Namun, di luar itu, Reina membenci Jao setengah mati. Ia kerap berkata pedas dan menghina laki-laki itu. Buat dia, Jao hanya memanfaatkan kondisi Reina yang sedang tertimpa musibah.

Namun, seiring waktu, Reina berkali-kali mendapati kenyataan kalau Jao selalu menolongnya. Jao mencegahnya dipermalukan oleh ex-bff-nya, Ally. Jao juga mengurus Hardiansyah Electronics selama kepergian Reina. Dan terutama, Jao sungguh-sungguh berusaha membahagiakan Reina.

Akankah pernikahan Reina dan Jao yang dimulai dari kawin kontrak berubah menjadi pernikahan sungguhan? Mungkinkah tumbuh cinta di antara keduanya?

Blog Tour - Interview: Marry Now, Sorry Later

Haii!!!

Selamat datang di perhentian blog tour Marry Now Sorry Later ke-13!!!! Angka cantik nih.



Masih belum bosan kaaan? Belum dong ya.. Soalnya masih banyak keseruan yang bisa kamu nikmati di blog tour ini. Sekarang, pertama-tama, baca yuk hasil interview saya dengan Christian Simamora:




Abang Christian Simamora ini selalu asyik orangnya. Saya sudah beberapa kali datang ke talkshow di mana Abang jadi pembicaranya dan nggaaaak pernah bosan. Selain seru, banyak juga ilmu yang dibagi. Di interview saya kali ini, tentu banyak juga keseruan dan ilmu yang dibagikan si Abang dan sekarang mau saya bagi ke kalian semua.

Halo Bang Christian, selamat ya atas terbitnya buku baru Abang, Marry Now, Sorry Later. Saya udah selesai baca dan--seperti biasa--terkagum-kagum dengan quotes yang "jleb", termasuk di judul bab. Misalnya aja nih, di Marry Now, Sorry Later ada yang judulnya: "Diamku Saja Sudah Sulit Kau Pahami. Bagaimana Ceritanya Aku Bisa Yakin Kau Akan Mengerti Sepatah Kata Pun Ucapanku?". Itu dapat inspirasi dari mana sih Bang?
Saat kita menulis, sedikit-banyak juga larut di dalam karakter yang sedang kita ceritakan. Perasaan mereka itulah yang menginspirasi quote-quote di dalam novel. Dan kalau ternyata pembaca menganggap itu ‘menusuk hati’, kemungkinan besar karena quote-quote tersebut meningkatkan kepekaan terhadap perasaan para karakter dan konflik yang sedang mereka hadapi.
Aku suka baca novel romance yang, walau jalan ceritanya sebenarnya standaaaart banget, tapi di tengahnya ada detail yang bikin aku menikmati pas bacanya. Lebih seru kalo aku bisa terkaget-kaget baca percakapan atau cara berpikir tokoh-tokohnya yang out of the box. And your novels have it. Dapet dari mana sih topik-topik percakapan atau bahasan yang seru kayak gitu?
Saat merancang karakter, kamu juga sudah harus tahu apa yang mereka suka, apa yang mereka benci, ambisi, ketakutan dalam hidup, dan sebagainya. Topik-topik yang muncul dari percakapan nggak jauh-jauh dari hidup karakternya. Jadi sebenarnya, bukan Abang yang ‘nemu’ topik-topik itu, melainkan karakter-karakter novel Abang.