Wednesday, October 28, 2015

How to Say I Love You Out Loud


Author: Karole Cozzo
Publisher: Swoon Reads
Year Published: 2015
Pages: 217

Jordyn Michaelson has never been the center of attention in her family; it has always been her younger brother, Phillip, who is autistic. Not that Jordyn envies Phillip. In fact, she really loves her brother. It's just that sometimes, being together with Phillip is too much to handle.

In her old school, everybody knew Jordyn as Phillip's older sister and there were times when the kids were very mean to her because of that. Now, in her new school, when finally she's able to go to different school with Phillip, Jordyn finally gets what she has always wanted: being known as herself. She's never talked to anyone about her brother, including to Alex, her crush who is also her boy friend.

It was last year's summer when Jordyn and Alex became close and finally shared a romantic kiss. But the fact that Jordyn has a secret, pulled her from him. After that, they decided that they would be nothing more but friends--which is quite nice until... Alex suddenly hooks up with the school's most popular and the bitchiest girl, Leighton, and makes Jordyn suffers. And what makes her suffer more is the fact that the special school Phillips has been attended to is closing and now, Phillip has to temporary go to Jordyn's high school until the government finds the new place for him. Jordyn is afraid that people at school would find out who Phillip is and destroy Jordyn's life as before. Counting the days until Phillip finally moves to his new school, Jordyn tries hard to cover the fact about her family.

Monday, October 26, 2015

Blog Tour: Over the Rain - Kick Off


Halo teman-teman!!!!

Siapa yang udah nungguin blog tour karya terbaru Asri Tahir, Over the Rain????

Siap-siap ya, karena selama blog tour ini, kamu bukan cuma bakal dapetin review dari novel Over the Rain ini--yang bener-bener mengaduk-aduk emosi, ngomong-ngomong--kamu juga bakal bisa mengenal Asri Tahir lebih jauh daaannn... ada kesempatan dapetin bukunya secara gratis pastinya. Hehe.

Saturday, October 24, 2015

Perempuan-perempuan Tersayang

Pengarang: Okke 'Sepatumerah'
Penerbit: Gagasmedia
Tahun Terbit: 2015
Halaman: 274

Fransinia memiliki cita-cita yang tinggi dan peluang karir yang sangat terbuka lebar di depannya, di Jakarta. Walau berasal dari kota kecil SoE di Nusa Tenggara Timur, keenceran otaknya telah membawanya meraih beasiswa SMA lalu kuliah lalu lulus dengan nilai memuaskan di Jakarta. Kini, ia sedang berusaha mendapatkan pekerjaan di Admazing, biro iklan favorit yang sudah menjadi incarannya sejak lama.

Fransin juga memiliki kekasih, Banyu, yang memiliki impian sama dengan Fransin. Bedanya, Banyu kini sudah lebih dulu menapaki jalan menuju mimpinya. Dan Banyu sangat menginginkan Fransin segera mengikutinya.

Semua berubah ketika Fransin mendapati adik perempuannya yang masih SMA, Sherly, yang dititipkan kepadanya oleh keluarga, hamil. Mau tak mau, Fransin harus memberi tahu kakak tertuanya, Olivianus. Olivianus marah besar dan menyuruh Sherly dan Fransin pulang ke SoE sampai Sherly melahirkan. Awalnya Fransin menolak karena ia sedang menunggu panggilan interviu dari beberapa agency--dan terutama Admazing. Namun, Olivianus yang keras dan tak mudah ditentang, memaksanya. Maka dengan kesal, Fransin pun pulang ke SoE.

Tak ada hari dilalui tanpa rasa kesal di hati Fransin. Sherly ngambek setelah Olivianus menghajar Radya, kekasihnya, dan mengusir cowok SMA itu pergi. Olivianus begitu keras kepala dan tak mau peduli impian Fransin. Fransin tak tahu harus berbuat apa di kota kecil itu. Ia sudah terbiasa hidup di kota besar yang sibuk macam Jakarta. Fransin ingin pergi, tapi ia tidak dapat melihat keluarganya hancur, dan terutama melihat Mamatua yang sudah sakit-sakitan semakin menderita karenanya.

Benarkah kepulangannya hanya membawa kesengsaraan? Ataukah ada kebahagiaan yang sedang menunggu di sana?

Sunday, October 11, 2015

More than Words


Pengarang: Stephanie Zen
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2015
Halaman: 221

Rania tinggal di Singapura berkat beasiswa. Jika tidak mendapatkan beasiswa, keluarganya tak akan mampu membiayai kuliahnya. Bahkan, dengan beasiswa pun untuk membiayai biaya hidup Rania, keluarganya di Indonesia harus berhemat. Berbeda dengan Marvel, teman sepelayanan gereja Rania, God's Love. Marvel yang diam-diam dicintai Rania lahir di tengah keluarga berada. Ia bisa memiliki mobil BMW walau memiliki mobil di Singapura termasuk hal yang langka. Rumahnya pun besar. Karena minder, Rania hanya bisa menyimpan perasaannya kepada Marvel rapat-rapat.

Marvel mencintai Rania. Buat Marvel, berada di dekat gadis itu sangat menyenangkan. Mereka bisa nyambung ngobrol urusan apa saja. Tapi, ketika Marvel mengungkapkan perasaannya, Rania malah menganggapnya tidak sungguh-sungguh, bahkan marah. Marvel ingin menunjukkan kesungguhan hatinya, tapi terbentur masalah bahwa sebentar lagi ia harus pergi jauh dari Rania.

Words mean nothing, 
unless the person who speaks it... is your everything.

Dengan balutan suasana pergaulan remaja-remaja Kristiani di tengah kota Singapura, bagaimana kisah cinta Rania dan Marvel selanjutnya?

Monday, September 28, 2015

Review Marathon - Jake & Melly

Pengarang: Anna Anderson
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2015
Halaman: 239

Melly adalah pembuat kue yang tinggal seorang diri di apartemennya yang suram. Setiap hari, ia mendengarkan lagu-lagu lama yang sedih seorang diri. Dulu ia tidak seperti ini. Dulu ia adalah Melly yang ceria, yang memiliki tunangan yang mencintainya, dan juga hampir memperoleh karir yang diimpikannya. Namun semua berubah oleh penyakit yang membuatnya menjadi cacat.

Semua berubah ketika Melly mengantarkan kue pesanan Sherly ke apartemen kakak-beradik Stewart. Dua orang blasteran ini sedang menghabiskan liburan bersama di apartemen Jake, sang kakak. Andrew, Stewart yang lebih muda dan baru berusia 11 tahun, dengan cepat menyukai Melly. Ia bahkan berani datang sendirian ke apartemen Melly waktu Jake meninggalkannya untuk mengunjungi Sherly, kekasihnya. 

Tanpa bisa dilawan, Melly pun menjadi dekat dengan Jake dan Andrew. Bersama dua bersaudara ini, Melly mendapatkan keceriaannya kembali. Namun ada satu hal yang Melly takuti, yaitu kedekatannya dengan Jake, dan kemauan keras lelaki itu untuk mengetahui rahasia kelam yang disimpan Melly.

Akankah Jake meninggalkan Melly jika sampai mengetahui rahasia yang dimiliki gadis itu?


Sunday, September 27, 2015

Blog Tour - Segenggam Daun di Tepi La Seine - Giveaway Winner

Setelah satu minggu berlalu, sekarang saatnya pengumuman pemenang giveaway Segenggam Daun di Tepi La Seine berhadiah 1 buku dan merchandise dari Prancis...



Sudah siap lahir batin untuk pengumumannya?

Sudah tebar jampi-jampi?

Dan yang beruntung... adalah...

Rini Cipta Rahayu
@RiniCipta

SELAMAT YAAA!!!!

Segera kirimkan email berisi nama, alamat, dan nomor telepon ke martina.s.daruli@gmail.com dengan judul email "Pemenang Giveaway Segenggam Daun".

Ini adalah akhir dari rangkaian Blog Tour Segenggam Daun di Tepi La Seine. Buat yang belum beruntung, bisa beli bukunya untuk menikmati suasana Paris bersama Ajeng dan Yves (serta Alain). Terima kasih sudah mengikuti dan berpartisipasi dalam keseruan blog tour ini!!!!

Thursday, September 24, 2015

Kismet


Pengarang: Nina Addison
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2015
Halaman: 294


Apakah aku dan Cia adalah "kismet", seperti yang cewek ini bilang? Nggg... I'm not so sure. Namun ada sesuatu di diri Cia yang seperti menarikku untuk mengenalnya lebih jauh. Sesuatu yang tidak aku rasakan ketika pertama bertemu dan bahkan tinggal bareng dengan si teman apartemen.

Maybe all I need is a leap of faith, pikirku.

Alisya bertemu Cia karena suatu insiden yang melibatkan tonjokan di kafe sebuah toko buku di New York. Setelah itu, dua perempuan Indonesia yang terdampar di New York itu pun seperti berjodoh; Alisya membutuhkan apartemen, Cia membutuhkan teman seapartemen. Kismet--atau takdir, kata Cia. Walau pada awalnya pertemanan mereka terasa seperti melewati jalan berbatu-batu, lama kelamaan Alisya dan Cia menjadi akrab seperti dua saudara. Cia selalu siap menjadi pendengar dan penolong Alisya saat Alisya menghadapi masalah keluarga dan juga bertemu pria misterius yang telah beristri dan sedang menunggu kelahiran anak pertamanya, Mr. Gajah, dan Alisya juga menemani Cia di saat-saat terberat gadis itu, yang kemudian menyebabkan Cia harus kembali ke keluarganya di Indonesia.

Tahun-tahun kesendirian Alisya di New York sepeninggal sahabatnya diisi Alisya dengan kuliah dan membuka bisnis fashion, sampai kemudian akhirnya ia pergi ke Indonesia untuk menghadiri ulang tahun Hope, putri Cia, sekaligus belajar membatik untuk keperluan bisnisnya. Siapa sangka, pertemuan kembali dengan sahabatnya itu bukan semata-mata membawa kebahagiaan tapi juga membawa tonjokan dari Cia kepada Alisya, persis seperti awal pertemuan mereka dulu, walau kini beda sasaran. Ironis!

"Lo..." katanya geram, "...perempuan seperti lo yang bikin perempuan kayak gue nggak bisa lagi percaya cinta." Kepalan tangannya mengeras, dan sebelum aku bisa menjawab apa-apa, kepalan itu meluncur cepat ke arahku.