Sunday, October 12, 2014

Runaway Ran

Pengarang: Mia Arsjad
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2013
Halaman: 363

Katrina adalah cewek gaul yang hobi shopping online. Punya keluarga dengan kondisi ekonomi lumayan mencukupi membuat Katrin tak pernah perlu khawatir dengan biaya hidup. Semua berubah ketika ayah Katrin terpaksa pensiun dini. Walau ayahnya menyatakan masih sanggup membiayai uang kuliah S2 Katrin, Katrin tahu diri. Dia ingin menghasilkan uang sendiri untuk membiayai gaya hidupnya.

Mencari kerja itu susah, apalagi part time bergaji besar. Ketika Alya, teman Katrin, menunjukkan lowongan kerja sebagai asisten komikus terkenal J.F. Ran, Katrin pun langsung menyabetnya. Gajinya lumayan untuk ukuran part time. Pekerjaannya pun pasti mudah, menurut Katrin. Siapa sangka, Katrin berhasil diterima dengan mudah.

J.F. Ran ternyata merupakan sosok yang nyentrik. Hangat dan bersahabat di hadapan fansnya, dingin dan jutek di hadapan Katrin. Pekerjaan Katrin memang mudah, terlampau mudah malah karena seringnya Katrin tidak ada kerjaan. Tapi Katrin bukanlah orang tak tahu diri yang senang-senang saja makan gaji buta. Maka, ia pun mengisi waktu kerjanya yang kosong dengan beberes apartemen Ran yang berantakan. Ran pada awalnya menganggap Katrin gadis yang manja dan hanya peduli belanja. Namun lama kelamaan ia bisa melihat kesungguhan Katrin. Pekerjaan Katrin selalu selesai dengan baik, dan Katrin juga peduli dengan Ran. Perlahan-lahan, keduanya menjadi dekat.

Satu yang Katrin tidak mengerti dari Ran adalah perlakuan Ran ke pacarnya, Viana. Viana yang berpakaian seronok, juga sangat kurang ajar dan tidak sopan terhadap Katrin. Terhadap Viana, Ran bisa berubah seratus delapan puluh derajat menjadi sangat manis dan pengalah. Membuat Katrin muak. Tapi bukan Katrin namanya kalau menyerah menjadi asisten Ran hanya karena perlakuan Viana terhadapnya. Dan semakin Katrin bertahan dan melihat interaksi Ran dan Viana, semakin Katrin melihat keanehan pada sosok Ran. Apakah kepribadian Ran yang selama ini ditunjukkannya kepada Katrin adalah kepribadian Ran yang sesungguhnya? Ataukah ada rahasia yang selama ini ditutup-tutupi Ran?

Sunday, October 5, 2014

Priceless Moment

Pengarang: Prisca Primasari
Penerbit: Gagasmedia
Tahun Terbit: 2014
 Halaman: 296


You don't know what you've got 'til it's gone.

Begitulah yang dirasakan Yanuar setelah istrinya, Esther, meninggal karena kecelakaan. Yanuar yang selama ini begitu larut dalam pekerjaannya sebagai manajer di sebuah perusahaan furnitur, Ebony & Ivory, baru menyadari betapa selama ini terdapat jarak yang membentang luas antara dirinya dan kedua anaknya, Hafsha dan Feru. Dulu, ketika Esther masih hidup, Yanuar bisa melimpahkan segala tanggung jawab mengurus anak kepada Esther. Tanggung jawab Yanuar hanyalah bekerja dan memastikan keluarganya tercukupi secara ekonomi. Namun kini, hanya Yanuar orang tua yang tersisa bagi Hafsha dan Feru dan tanggung jawab itu dipindahkan sepenuhnya kepada Yanuar.

Mendekatkan dirinya kepada Hafsha dan Feru terbukti sulit. Yanuar tidak tahu masakan ikan salmon favorit keduanya. Yanuar tidak bisa membacakan dongeng sebelum tidur. Anak-anak lebih menyukai bersama Paman Wira, adik Yanuar yang ceria dan ekspresif, ketimbang ayah mereka yang kaku dan selalu sibuk. Namun Yanuar telah memutuskan untuk tidak lagi kehilangan momen kebersamaannya dengan kedua anaknya. Sudah cukup dirinya kehilangan Esther, jangan ditambah kedua anaknya.

Di kantor, Yanuar bertemu dengan desainer baru bernama Lieselotte. Perempuan yang percaya diri, genius, namun enggan berbaur dengan sekitar. Terkesan sombong. Desain kamar anak-anak ciptaan Lieselotte sangatlah indah walau mahal. Dan tanpa terduga, perempuan yang dingin di kantor itu malah berhasil mendekatkan diri dengan Hafsha dan Feru tanpa usaha berarti. 

Di tengah kebahagiaan Yanuar yang mulai tumbuh kembali seiring perkembangan hubungannya dengan Hafsha dan Feru, kerap timbul pertanyaan di benak Yanuar: Sudah siapkah ia melanjutkan hidupnya sendiri? Mampukah ia menggantikan Esther dengan wanita lain yang perlahan-lahan menghiasi pikirannya, Lieselotte?

Saturday, September 27, 2014

Dangerous Games

Pengarang: Christina Tirta
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2014
Halaman: 328

Josephine--atau biasa dipanggil Josie--adalah seorang mahasiswa tingkat akhir yang sekilas tampak menjalani hidup normal. Tak ada yang tahu bahwa Josie memiliki rahasia masa lalu yang pahit. Ketika temannya, Kayla, memperkenalkan Josie pada kakak-beradik Mario dan Nicole, awalnya Josie hanya menanggapinya dengan biasa-biasa saja. Kayla suka pada Mario dan bisa ditebak, Josie pun akhirnya turut masuk ke dalam pergaulan Mario dan Nicole dengan cepat.

Segalanya mulai terasa aneh ketika Mario mulai menunjukkan rasa sukanya kepada Josie. Di tengah rasa tidak enak hatinya kepada Kayla yang belum mengetahui hal ini dan kenyataan bahwa dirinya pun sebenarnya tertarik dengan Mario, Josie juga mulai merasakan keanehan pada sikap Nicole. Nicole kerap menjerumuskannya pada permainan aneh dan berbahaya. Nicole juga kerap menyindir masa lalu Josie. Dan keadaan menjadi semakin menakutkan ketika Josie mendapat peringatan dari seseorang yang dekat dengan Mario dan Nicole bahwa diam-diam, Nicole jatuh cinta pada kakak lelakinya itu.

Apakah benar Nicole segila itu? Mengapa Nicole seperti mengetahui rahasia-rahasia Josie?

Sunday, August 24, 2014

Da Conspiracao

Pengarang: Afifah Afra
Penerbit: Afra Publishing
Tahun Terbit: 2012
Halaman: 632

1932

Setelah mengikuti kisah perjuangan Sekar di Belanda dan Everdine di Hindia Belanda dalam buku De Liefde, kali ini, pembaca dibawa mengikuti kisah Rangga Puruhita dalam pembuangannya di Ende, Nusa Tenggara Timur. Perjalanan Rangga tidaklah seenak Sekar yang mendapatkan fasilitas kelas satu. Sebaliknya, Rangga harus menderita selama di perjalanan, di tempat yang sempit di dalam kapal yang membawanya ke Ende. Selain itu, rumah yang ditempatinya pun sederhana, jauh dari keraton tempat tinggalnya dulu. Namun demikian, hasrat Rangga untuk menjadi orang yang berguna bagi orang sekitarnya masih sangat kuat. Di dekat tempat tinggalnya, tinggal seorang perempuan bernama Maria Dewi van Persie, anak angkat seorang pensiunan tentara Belanda yang kini menjadi pengajar anak-anak miskin, Johannes van Persie. Johannes van Persie menemukan Maria tertinggal di antara puing-puing bekas pembantaian pasukan Mari Longa di tahun 1907 dan memutuskan untuk merawatnya. Maria yang tumbuh menjadi wanita yang kuat, pintar, namun juga menyimpan semangat berkobar-kobar untuk memerdekakan rakyat Flores dari Belanda, bersama tunangannya sedari kecil, Mari Nusa.

Di lain pihak, terdapat Tan Sun Nio, seorang gadis berdarah Tionghoa yang pindah dari Semarang ke Ende setelah mendapatkan warisan usaha kakaknya, yang meninggal dunia tak lama setelah Tan Sun Nio sampai di Ende. Sang kakak ternyata juga mendapatkan banyak uang dari hasil berdagang candu. Terbakar amarah dan keinginan membalas dendam kematian kakaknya kepada Mari Nusa--yang diduga membunuh Tan  Seng Hun--Tan Sun Nio memutuskan bekerja sama dengan bajak laut yang sangat ditakuti, Djanggo Da Silva. Sebagai ganti keamanan dalam berdagang dan informasi mengenai Mari Nusa, Tan Sun Nio bersediam membayar sejumlah besar uang kepada bajak laut Elang Timur milik Djanggo Da Silva. Selain berbisnis opium, Tan Sun Nio juga terkenal sebagai lintah darat karena kerap memeras nelayan miskin dengan memberikan pinjaman yang tak mungkin dapat dikembalikan oleh para nelayan miskin.

Pertemuan pertama Rangga dan Tan Sun Nio tidak meninggalkan kesan yang baik, karen Tan Sun Nio dengan licik ingin menjebak Rangga. Namun, siapa sangka jika berikutnya, ternyata takdir mereka saling bertautan. Rangga tak sengaja terseret dalam perjuangan kemerdekaan rakyat Flores pimpinan Mari Nusa. Tan Sun Nio ternyata dikhianati oleh orang kepercayaannya, yang ternyata juga menjadi bagian dari gerakan kemerdekaan yang menyeret Rangga. Dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri, apa sesungguhnya motif dari masing-masing pejuang di dalamnya?

Sunday, August 17, 2014

Books For Sale Part 2

Part 1 sisa 1 buku bisa dilihat di sini.


Kali ini buku koleksi pribadi saya..

Silahkan dilihat-dipilih-dibeli.

Untuk pembelian, bisa langsung hubungi saya di martina.s.daruli@gmail.com dengan menyebut buku yang kamu minati. Jika buku tersebut masih tersedia, saya akan balas email kamu dengan instruksi pembayaran dan pengiriman bukunya.

FYI:

  1. Karena ini koleksi pribadi, jadi masing-masing buku hanya ada 1 eksemplar ya. Dan tentu nggak bisa restock karena saya bukan toko buku.
  2. Kondisi semua baik dan mulus, sudah disampul, baru sekali baca. Jika ada kondisi lain, saya beri keterangan di bawah bukunya. Untuk buku impor, mungkin terkesan mahal, tapi kamu bisa cek dulu harga buku barunya di toko buku impor online. Nanti berasa harganya murah deh. Hehehee...
  3. Harga yang tertera belum termasuk ongkos kirim. Paket akan dikirim menggunakan JNE setelah kamu transfer uang pembelian. Karena sekarang banyak JNE yang nggak menerima paket pengiriman Oke, maka saya akan gunakan tarif Regular yaa :)

Sunday, August 10, 2014

The List

Author: Siobhan Vivian
Publisher: Push
Year Published: 2012
Page: 333

THE LIST

Freshmen
Ugliest:
DANIELLE DEMARCO -- Also known as Dan the Man.

Prettiest:
ABBY WARNER -- Bonus points awarded for overcoming family genetics!

Sophomores
Ugliest:
CANDACE KINCAID -- Beauty isn't just skin deep, btw.

Prettiest:
LAUREN FINN -- Everyone's hot for the new girl.

Juniors
Ugliest:
SARAH SINGER -- It's like she's trying to be as ugly as possible!

Prettiest:
BRIDGET HONEYCUTT -- What a difference a summer can make.

Seniors
Ugliest:
JENNIFER BRIGGIS -- (Drumroll, please.) The only four-peat in Mount Washington history! Congrats, Jennifer!

Prettiest:
MARGO GABLE -- All hail this year's homecoming queen!

Every year, a list contains the name of the prettiest and the ugliest girls' in every grade is published at Mount Washington High. No one knows who made it and why. One thing for sure, the list affects 8 girls whose name has been stated in it.

Monday, August 4, 2014

Sabtu Bersama Bapak

Pengarang: Adhitya Mulya
Penerbit: Gagasmeddia
Tahun Terbit: 2014
Halaman: 277

Pak Gunawan telah meninggal pada akhir tahun 1992. Namun demikian, Pak Gunawan tetap menginginkan agar dirinya tetap dapat berguna bagi keluarganya, terutama kedua anaknya yang masih kecil, bahkan setelah kematiannya. Setahun sebelum kematiannya, ketika menyadari penyakit kankernya sudah semakin parah dan hidupnya tak lama lagi, Pak Gunawan dengan dibantu istrinya membuat rekaman yang berisi ajaran-ajaran penting tentang kehidupan untuk ditonton kedua anaknya, Satya dan Cakra. Setiap Sabtu sore, Ibu Itje mengajak kedua anaknya menonton rekaman Bapak: Sabtu Bersama Bapak.

Di tahun 2016, kedua anak Pak Gunawan, Satya dan Cakra, telah dewasa dan menjalani kehidupan mereka masing-masing. Satya kini bekerja di kilang minyak lepas pantai dan tinggal di Denmark bersama istri dan ketiga anaknya. Ia adalah sosok bapak yang perfeksionis dan keras. Ketiga anaknya takut kepadanya, dan istrinya selalu diprotesnya. Suatu hari, sang istri mengirim e-mail yang mengatakan agar Satya tidak usah pulang ke rumah. Cakra kini sudah menjadi seorang Deputy Director Divisi Micro Finance sebuah bank. Di umur 30 tahun, ia sudah mapan namun belum memiliki pendamping. Ia jomblo yang kurang percaya diri. Ketika berhadapan dengan wanita yang ia sukai, ia menjadi gagap.

Kisah Ibu Itje lain lagi. Setelah kepergian Pak Gunawan, ia menjalankan usaha warung yang sukses menjadi restoran. Hidupnya bahagia, terlebih melihat kesuksesan anak-anaknya. Namun, kini penyakit kanker menggerogotinya. Ia tak mau membuat anak-anaknya cemas, terutama Cakra yang masih mencari jodoh. Namun, ia juga takut waktunya tidak cukup untuk melihat Cakra bahagia.

Di tengah permasalahan yang dihadapi masing-masing, baik Satya, Cakra, dan Bu Itje kembali memutar video Bapak. Ajaran-ajaran Bapak membantu mereka untuk melewati kesulitan hidup dan berpikir dengan bijaksana.